Tampilkan postingan dengan label MENJELAJAH POTENSI ANAK I. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MENJELAJAH POTENSI ANAK I. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 April 2019

NILAI TERBAIK


Nilai Terbaik setiap anak tidaklah sama, mereka adalah bintang yang memiliki potensi dan keunikannya masing-masing. Dengan melakukan penjelajahan potensi anak, saya teringat akan persepsi orang tua dahulu, yang mana penilaian potensi anak hanya berpatokan pada angka-angka di raport yang dibagikan setiap catur wulan. Hal ini membuat saya maupun teman-teman seusia saya berlomba-lomba untuk mendapatkan nilai terbaik di bidang akademik. Namun seiring berkembangnya zaman yang selalu berubah, yang dulu anak-anak kini telah menjadi orangtua.Ternyata beberapa diantaranya menyadari bahwa ia salah jurusan, salah menyelami dunia yang sebenarnya bukan minat dan kesenangannya. Namun, keterlambatan dan kesadaran ini bukanlah suatu kesalahan. Namun perlu disyukuri bahwa masih diberikan kesempatan untuk sadar. Maka, inilah saat yang tepat untuk para orangtua membenahi sudut pandang tentang nilai terbaik.

Saat ini pun kesadaran orang tua akan potensi masing-masing anak atau yang biasa disebut dengan teori multiple intelligence, kini rasanya kita tak lagi perlu menuntut anak untuk pandai dalam bidang-bidang tertentu yang harus sama dan dapat dibandingkan dengan anak-anak lain. Ya, karena putra putri kita adalah istimewa dengan caranya masing-masing.

Tugas besar kita sebagai orang tua tentunya membimbing dan menuntun anak untuk dapat mengetahui potensi mereka masing-masing. Di sinilah para orang tua (termasuk saya) mulai kebingungan harus diawali dari mana? Karena rasanya terlalu banyak hal yang perlu dikenalkan pada anak dan sering kali kita memang terburu-buru ingin melihat dimana potensi anak kita.
Sehingga, meskipun demikian kita tetap harus bersabar dan konsisten melakukan banyak hal bersama anak dan mengamati hal-hal yang diminatinya dan tidak. Konsisten mengamati di empat ranah kehidupannya yaitu intrapersonal, interpersonal, change factor dan spiritual. Ke empat ranah ini sudah mencakup hampir seluruh aktivitas kesehariannya tentang apa yang dirasakannya, diinginkannya dan apa yang menjadi harapannya. Doakan anak -anak kita sepanjang waktu karena apalah arti semua upaya yang kita lakukan jika tanpa kehendak Yang Maha Kuasa.

#AliranRasa
#GameLevel7
#KuliahBundaSayang
#IIP


Jumat, 12 April 2019

MENJELAJAH POTENSI ANAK 17
“Karena Kau Begitu Berharga”


ADVERTISEMENT


Setiap anak memang terlahir istimewa dan pasti memiliki potensi. Telah menjadi tugas kita, orangtuanya untuk menemukan dan mengembangkan potensinya dan bukan memaksanya untuk ‘menguasai’ potensi tertentu. Karena itu, sebaiknya orangtua tidak hanya memberikan yang terbaik untuk masa depan anak, tetapi juga mendukungnya dalam menemukan potensi diri. Jadilah orang pertama bagi anak yang memahami kebutuhannya, serta siap membantu mengembangkan dan memaksimalkan potensi tersebut. Saya pernah menyampaikan bahwa, jika potensi yang dimiliki anak dirangsang dan diasah dengan cara yang baik dan menyenangkan, potensi anak pun akan berkembang maksimal.

Pada pembahasan materi sebelumnya, kita sudah melalui proses untuk memahami gaya belajar anak yang terbagi menjadi 3, yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Jika proses memahami gaya belajar ini terus berlanjut, maka kita akan mengetahui apakah Anak kita memiliki perilaku yang dapat duduk dengan rapi dan memperhatikan sesuatu dengan baik Ia juga tidak banyak bicara jika berada di suatu kelompok (visual). Ataukah anak seringkali tampak tidak memperhatikan saat diberikan penjelasan malah Ia akan sibuk dengan kegiatannya sendiri, padahal sebenarnya ia mendengarkan dan menyerap apa yang kita katakan ( auditori). Atau anak yang sering kita beri predikat sebagai anak ‘tidak bisa diam’. Ia akan sibuk menggambar atau memainkan alat-alat di sekitarnya saat kita menjelaskan sesuatu kepadanya dan Ia juga selalu membutuhkan alat peraga untuk mempelajari sesuatu ( kinestetik)

Pemahaman akan kecenderungan gaya belajar yang paling menonjol akan membantu kita untuk menjelajahi potensi anak kita. Karena pada gaya belajar yang paling menonjol menunjukkan pola dan cara anak memahami sesuatu. Sehingga dalam proses mengembangkan potensinya akan lebih mudah jika kita menggunakan cara dengan mengoptimalkan gaya belajarnya supaya anak mudah untuk memahami suatu informasi. Setelah kita memahami gaya belajar, kita pun diarahkan untuk mengenali berbagai Jenis Kecerdasan yang wujud kecerdasan anak sangat beragam, sehingga ketika kita telah memahami dan menemukan kecenderungan kecerdasan yang dimiliki anak, kita pun akan lebih mudah menemukan potensi anak dan menstimulasinya dengan cara yang tepat. Selanjutnya adalah mengidentifikasi Kecerdasannya. Untuk mengidentifikasi kecerdasan Si Kecil, Anda dapat melakukannya dengan bermain. Ajak ia untuk melakukan permainan yang berbeda-beda dan perhatikan di bagian mana ia tampak paling menonjol. Karena melalui identifikasi ini, kita akan menemukan ketertarikan anak pada sesuatu dan dorongan yang muncul dari dalam diri anak untuk melakukan aktivitas tertentu. Hal ini yang akan menjadi informasi penting bagi kita untuk mengetahui hal yang paling disukai dan tidak. Lalu fokuslah dengan semua informasi yang diperoleh itu, dari gaya belajar dan kecenderungan kecerdasan yang dimiliki untuk terus dikembangkan potensinya sampai ia benar-benar mahir di bidang yang diminatinya.



Kakak Aqila yang memiliki kecenderungan naturalis suka sekali dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan alam dan Segala bentuk flora dan fauna. Maka saya menginisiasi untuk membuat program di rumah untuk merayakan hari lahir dengan menanam pohon. Termasuk kakak Aqila. Bagi anggota keluarga yang sedang ulang tahun hanya akan mendapat kado berupa bibit tanaman atau pohon. Lalu menanamnya bersama-sama dan yang ulang tahun akan memiliki kewajiban untuk merawat dan menjaga pohon miliknya. Hal ini saya lakukan sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian kakak Aqila yang telah memiliki pengetahuan dari teman-temannya bahwa kalau ulang tahun itu harus dirayakan dan dengan party memotong kue. Tentu saja hal seperti ini tidak senada dengan pola pendidikan yang kami terapkan di rumah. Maka, saya menginisiasi program ini untuk tujuan memahamkan kakak Aqila bahwa jika umur seseorang bertambah bukan berarti harus ber-celebrate melainkan harus semakin menyadari untuk lebih banyak berbuat kebaikan yang seharusnya meningkat seiring bertambahnya umur manusia. Program keluarga ini pun saya lakukan dengan mengingat dan memperhatikan kecenderungan kakak Aqila yang naturalis. Sehingga ia pun akan sangat senang sekali menanam dan merawat pohon miliknya. Bahkan ia sudah mulai request untuk menanam pohon buah-buahan tertentu. Sehingga stimulus ini saya katakan berhasil, bahwa menanam pohon juga tidak hanya ketika waktu ulang tahun saja. Pada akhirnya ia sudah tidak menganggap bahwa perayaan ulang tahun itu penting dan istimewa. Ia hanya lebih suka melakukan hal yang diminatinya.

Pada Ranah intrapersonalnya, saya mendapati kakak Aqila yang memiliki keinginan untuk menanam berbagai jenis pohon yang lain kemudian ia ungkapkan kepada saya dan ayahnya supaya diberikan izin dan dibelikan bibit pohon yang baru. Dan ia pun bercerita banyak d3ngan sangat banggga tentang pohon miliknya kepada teman-temannya. kemampuan mengungkapkan ini sebagai ranah interpersonalnya yang dapat saya perkuat dengan berbagai pengetahuan kepada teman-temannya untuk peduli lingkungan dan menyayangi pohon. Kemampuan interpersonal nya cukup bagus untuk mempromosikan sadar lingkungan kepada anak-anak seusianya. Di ranah change factor, kakak Aqila bisa untuk tidak ikut-ikutan merayakan ulang tahun sama seperti temannya, ketika saya alihkan dengan kegiatan menanam pohon justru ia lebih menyukainya karena pohon salah satu objek yang diminatinya. Ranah spiritualnya, menunjukkan bahwa dengan menanam pohon adalah salah satu cara bersyukur kepada Allah untuk melestarikan pohon dan berbuat baik kepada makhluk lain.


💥Semua Anak Adalah Bintang
💥IIP
💥Bunda Sayang

#Tantangan 10 hari
# Level 7
# Kuliah Bunsay IIP
# Bintang Keluarga

ADVERTISEMENT

MENJELAJAH POTENSI ANAK 16
“Karena Kau Begitu Berharga”



Pentingnya  bagi orang tua memahami bakat dan potensi yang dimiliki anak adalah karena kepedulian kita sebagai orangtua agar memiliki anak yang bahagia, berbinar, berprestasi dan dapat menebar kebermanfaatan untuk orang lain dengan potensi dan bakat yang ia miliki. Sehingga potensi yang berkembang dengan baik sampai usia dewasa akan mengantarkannya pada jalan Ilahi. Mengetahui tujuan penciptaan dirinya serta semakin menambah tingkat keimanannya melalui profesi yang akan ia pilih nanti.

jangan bosan ketika orang tua harus mengamati kelebihan dan apa yang menjadi kebutuhan anak. Lakukan dengan sepenuh hati dan kesabaran, karena tentu saja proses itu tentu tidak selalu berjalan mulus. Berpayah -payah untuk mendapatkan hasil terbaik di masa panen kelak adalah lebih baik daripada bersantai tanpa kegiatan yang berarti namun tidak menghasilkan hasil di masa panennya. Setelah kita konsisten melakukan pengamatan, orang tua harus menstimulasi apa yang menjadi potensi anak. Jika kebiasaan-kebiasaan anak  yang dilakukan setiap harinya distimulasi secara baik maka bisa menjadi potensi yang baik pula untuk anak.

Selain itu orang tua juga perlu menstimulasi intelegensi yang meliputi kecerdasan matematika-logika, bahasa, musikal, visual-spasial, kinestetik, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis. Sehingga kita mendapat banyak informasi anak kita memiliki kecenderungan kecerdasan yang mana. Hal ini bisa menjadi petunjuk dan memudahkan orang tua untuk memetakan potensi anak. Pada dasarnya setiap orang memang memiliki kecerdasan majemuk ini, hanya saja ada jenis kecerdasan yang paling menonjol dan tidak.  Maka, ketika orangtua telah mengetahui kecenderungannya, orangtua dapat fokus mengembangkannya di ranah yang paling menonjol pada diri anak. Jika kecerdasan majemuk distimulasi, kelebihan dan potensi anak akan terlihat dengan sendirinya. Harapannya adalah ketika sudah paham, maka orang tua akan lebih mudah mengarahkan.



Saya mendapati kakak Aqila bersikeras untuk tidak mau diantar ke sekolah naik motor. Ia memilih untuk naik sepeda, barangkali karena rasa bahagianya masih memuncak karena sepedanya baru. Ia ingin menaiki sepedanya sampai ke sekolah, tapi ibu mengikutinya dari belakang dengan sepeda motor. Saya berusaha merayunya untuk tidak menggunakan sepeda ke sekolah karena dia belum mahir mengendarainya. Tapi kakak Aqila tak mau, ia berjanji akan berhati-hati naik sepeda. Akhirnya saya lah yang menyerah merayunya. Dia bertekad menaiki sepeda sampai sekolah dengan senyum penuh keyakinan yang dimulainya dengan bismillah dan doa keluar rumah. Dalam perjalanan terlihat ia sangat berusaha mengendarai sepeda beroda bantu itu dengan baik. Perlahan namun sekuat tenaga, tampak keringat mulai mengalir dari dahi nya. Ketika menemui hambatan pun ia tetap berusaha menyelesaikan tekadnya sampai ke sekolah meskipun saya mencoba merayunya untuk menyerah Namun, hal itu tidak berhasil. Sampai-sampai ada seorang wali murid yang mengatakan kepada kakak Aqila kelamaan dan cari kerjaan. Saya tetap bersabar mendampinginya sampai di sekolah. Sempat ia terjatuh sekali, dan malah mengambil makanan ringan miliknya dari tas. Sama sekali saya tidak menegurnya mengapa ia melakukan itu. Ia makan sejenak di atas sepedanya dan ia memasukkan bungkus makanan itu ke dalam tas kembali setelah ia menengok di sekitarnya tak ada tempat sampah.

Perjalanan dimulai kembali hingga sampai di sekolah. Sesampainya di sekolah ia memilih tempat yang teduh untuk parkir sepedanya. Kemudian setelah  saya membacakan al-fatihah di telinganya, saya pun pamit untuk pulang, dia pun masuk kelas dan bersalaman dengan para guru. Entah apa yang disampaikan kepada gurunya, barangkali ia bercerita semuanya. Tapi saya lega, karena kakak Aqila mampu mengambil keputusan dan bertanggung jawab dengan pilihannya. Tekad yang pantang menyerah dan mampu mempertahankan daya tahan dirinya untuk sampai tujuan. Saat menjemputnya pulang sekolah saya mendapat teguran dari wali murid lain tentang apa yang dilakukan kakak Aqila membuat iri teman-teman nya yang lain. Rupanya ada beberapa anak yang merengek kepada ibunya untuk dibolehkan naik sepeda ke sekolah dengan tetap di iringi ibunya dari belakang dan ada pula yang merengek minta dibelikan sepeda seperti milik kakak aqila. Ah apapun kritikan itu saya hanya tersenyum memaklumi. Barangkali memang banyak hal yang mereka perhatikan dari sudut pandang mereka. Tapi saya masih dalam rangka menjelajahi potensi kakak Aqila, sehingga hal ini saya lakukan untuk mengamati potensi, kekurangan dan kelebihan yang dia miliki.


Banyak hal yang saya dapatkan dari berbagai ranah dalam proses pengamatan ini diantaranya adalah;

1 . Ranah Intrapersonal, di dalam ranah ini kakak Aqila menunjukkan tekad  yang kuat meskipun ia tahu bahwa ia belum mahir naik sepeda. Semangat yang datang dari dalam dirinya sendiri.

2. Ranah Interpersonal, ia mampu menghentikan rayuan ibu untuk menyerah dengan bahasanya yang baik. Bahwa ia akan berhati-hati dan mampu meyakinkan ibu dengan menunjukkan keberhasilannya.

3. Ranah change factor, ia mampu menunjukkan bahwa banyak cara untuk dapat sampai ke sekolah meskipun tidak diantar ibu. Bisa naik sepeda atau jalan kaki. Apalagi sekolahnya tidak terlalu jauh dari rumah dan ia menjadi paham tentang konsep jauh dekat yang sebenarnya melalui jarak tempuh dan kecepatan. Kepekaan terhadap lingkungan, bahwa tak boleh membuang sampah sembarangan tak luput dari perhatian saya saat ia memasukkan plastik bungkus makanannya ke dalam tas. Lebih baik menyimpan sampah terlebih dahulu dan membuangnya setelah menemukan tempat sampah.

Perjalanan pulang menjadi lebih lancar karena kakak Aqila mengingat bagian-bagian jalan yang tidak rata atau sulit untuk dilewati. Selain itu kemampuan mengendalikan sepedanya terlihat lebih baik

4. Ranah spiritual, yang ia tunjukkan dengan mengawali segala sesuatu dengan Bismillah dan doa untuk memohon pertolongan dari Allah Ta’ala.


💥Semua Anak Adalah Bintang
💥IIP
💥Bunda Sayang

#Tantangan 10 hari
# Level 7
# Kuliah Bunsay IIP
# Bintang Keluarga

Rabu, 10 April 2019

MENJELAJAH POTENSI ANAK 15
“Karena Kau Begitu Berharga”


Mengembangkan kecerdasan spiritual  anak akan mempengaruhi perkembangan anak menuju kedewasaannya sehingga anak mampu tumbuh dan berkembang menjadi manusia seutuhnya. Karena kecerdasan spiritual memberikan banyak manfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, diantaranya adalah
Melatih anak untuk mengenal diri sendiri sehingga mampu memaksimalkan kelebihan yang dimilikinya, melatih kepekaan batin dan jiwa anak terhadap lingkungan sekitar, melatih kemampuan berpikir anak untuk berpikir dari sudut pandang yang lebih luas, membuka pikiran dan wawasan anak, melatih anak untuk selalu bersikap bijaksana, memiliki rasa empati, simpati dan belas kasih terhadap orang lain, semua makhluk ciptaan Tuhan maupun alam semesta. Melatih anak menjadi pribadi yang berkarakter dan
menjadi orang yang selalu bijaksana dalam bertindak.

Begitu banyak manfaat kecerdasan spiritual yang perlu dikembangkan pada diri anak yang tentunya akan menjadi bekal yang sangat penting dalam kehidupan anak di masa depan. Supaya anak memiliki arah dan tujuan dalam hidupnya dengan tetap berpegang teguh pada agamanya serta tetap mempertahankan kehormatannya dengan menjaga nilai-nilai moral dan sosial.

sehingga mengembangkan kecerdasan spiritual anak harus dilakukan secara terus menerus sejak anak berusia dini . Dengan ikhtiar, doa dan Tawakal kepada  Allah Ta’ala. Ikhtiyar ini tentu saja tak lepas dengan memberikan contoh pada anak tentang perilaku-perilaku yang mencerminkan kecerdasan spiritual dalam kegiatan sehari-hari seperti, menegakkan perintah Allah untuk sholat, mengajarkan anak untuk selalu menghormati orang lain, mengajarkan anak untuk selalu berbagi dengan orang lain dan lain sebagainya.

Selain itu, bantu dan dampingi anak-anak berusia dini ini dalam aktivitas  bermainnya. Berikan fasilitas dan lingkungan yang mendukung untuk anak dapat mengembangkan kreativitasnya supaya mudah bagi kita untuk menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kegiatan bermainnya. Ajaklah anak untuk bermain permainan yang dapat mengoptimalkan unsur penanaman aqidah, akhlak dan kebiasaan untuk beribadah.


Contoh sederhana dari permainan ini adalah permainan tradisional ‘rumah-rumahan’. Melalui permainan ini, kita dapat menentukan tema permainannya. Misal nya saja tentang adab sehari-hari. Target kompetensinya adalah anak dapat mengaplikasikan adab dan doa sehari-hari. Bagi kita, permaianan ini sangatlah sederhana, biasa bahkan hampir tak ada istimewanya karena masa kecil kita hampir semua anak perempuan dulu bermain permainan ini. Tapi untuk zaman sekarang, sepertinya sangat jarang dijumpai anak yang bermain rumah-rumahan. Sehingga, untuk melakukan permainan ini kita perlu melakukan persiapan. Kita perlu menjelaskan kepada mereka cara bermainnya, hal yang sama saya lakukan bersama kakak Aqila.

Mula-mula saya membuatkannya denah rumah-rumahan sederhana lengkap dengan pintu, meja, kamar tidur, mushola, kamar mandi, dapur dll. Saya membuatnya di atas kertas karton, kalau jaman saya kecil saya membuatnya dengan batu kerikil atau pasir. Jika diatas kertas, saya dapat memberikan keleluasaan pada kakak Aqila untuk berekspresi sendiri dengan gambar denahnya lalu mewarnainya. Lalu menyiapkan beberapa benda seperti lidi sebagai orang-orangan untuk berperan menjadi anggota keluarga.



Setelah persiapan selesai dilakukan, ajak anak bermain peran. Bebaskan anak untuk memilih perannya sendiri, jadi ibu, kakak atau ayah. Mulailah peran itu dari bangun tidur sampai mau tidur lagi. Nah, waktu seharian itu pasti penuh dengan ragam aktivitas yang dapat kita sisipkan nilai-nilai religius. Ajak anak untuk melakukan dialog sambil mempraktekan doa sehari-hari sesuai alur ceritanya. Seperti ketika bangun tidur, membaca doa bangun tidur, masuk kamar mandi baca  doa masuk kamar mandi dll. Kegiatan ini seru sekali saya lakukan bersama kakak Aqila dan Mbak Ela. Karena kami bertukar peran. Kakak Aqila menjadi ibu dan saya menjadi anak. Dari pertukaran peran inilah terjadi ketimpangan perilaku antara bermain peran dan dunia nyata, sehingga seringkali kami tertawa dan merasa malu. Malu jika ketahuan ibu sering tidak sabar dan marah jika anak tidak bersegera melakukan sesuatu. Tertawa saat kami sama-sama menyadari sikap terbaik saat terjadi sebuah problema dalam aktivitas sehari-hari. Biarkan anak berekspresi sendiri dan kita hanya mengimbangi sambil diselingi canda dan membantu anak mengingat doanya.


Lalu aspek apa saja yang dapat terstimulasi dari permainan ini? Banyak sekali diantaranya;
1. Aspek kognitif, anak belajar menghafal doa sehari-hari dengan bermain. Berkreasi dengan bentuk denah rumah dan warna.
2. Aspek sosial, anak dapat menjalani peran sebagai oranglain. Anak pun dapat mengambil keputusan sendiri.
3. Aspek bahasa, permainan ini menambah pengetahuan anak mengenai benda-benda di sekitar rumah.
4. Aspek motorik, membuat denah ruangan. Anak mempraktekan kegiatan dan keterampilan sehari-hari.


💥Semua Anak Adalah Bintang
💥IIP
💥Bunda Sayang

#Tantangan 10 hari
# Level 7
# Kuliah Bunsay IIP
# Bintang Keluarga

Selasa, 09 April 2019

MENJELAJAH POTENSI ANAK 14
“Karena Kau Begitu Berharga”


Mengembangkan kecerdasan spiritual anak tidak hanya berpengaruh pada batin dan jiwa anak, namun mampu mempengaruhi batin, jiwa, mental dan pikiran anak yang akan berpengaruh pada tingkah lakunya sehari-hari. sehingga diharapkan akan membuat anak dapat berkembang secara maksimal dan  tumbuh menjadi anak yang melek spiritual dan intelektual.

mengoptimalkan kecerdasan spiritual pada anak dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya,

1 . orangtua dapat membantu anak untuk merumuskan tujuan hidupnya. Sampaikan bahwa manusia diciptakan oleh Allah adalah untuk beribadah kepadanya. Mau jadi apapun profesi hidup kita, tujuannya adalah ibadah. Dapat bermanfaat dan menolong  orang lain melalui profesi yang kita cita-citakan. Jadi kalaupun seseorang itu pandai, maka hendaknya menggunakan kepandaiannya untuk kemashlahatan.

2. Menceritakan kisah-kisah yang agung, kisah yang menarik dan mengesankan, seperti kisah para Rasul dan sahabat. Metode bercerita atau berkisah biasanya sangat disukai anak-anak. Metode ini juga salah satu metode yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai moral dan kebaikan.

3. Mendiskusikan segala persoalan dengan perspektif ruhaniyah. Ajak anak untuk selalu mengingat Allah apapun keadaan suasana hatinya. Misalnya saja, Jika sedang marah karena berbagai alasan, kita  dapat memintanya untuk beristighfar. Sampaikan pada anak bahwa marah adalah fitrah manusia, tapi kata Rasulullah kita harus mampu mengendalikannya. Jika sudah istighfar dalam keadaan berdiri masih marah, maka dianjurkan untuk duduk. Selanjutnya berwudhu dan seterusnya.


4.  Libatkan anak dalam melaksanakan ibadah. seperti mengajak anak untuk sholat, sholat berjamaah di masjid bagi anak laki- laki,membaca doa, mengaji dll. Namun yang terpenting adalah pemaknaan dari kegiatan tersebut tetap harus kita sampaikan. Jelaskan pada anak, mengapa kita harus sholat, sedekah dan berdoa. Harapannya, anak menjadi terbiasa dan paham dalam melakukan ibadah dan secara paham bahwasannya ibadah sholat itu wajib.


Kami berupaya untuk mengembangkan potensi spiritual kakak Aqila dengan ke empat metode diatas. Meskipun banyak kendala yang dihadapi, namun proses itu tak boleh berhenti. Ada saja tantangan setiap harinya untuk bisa ditaklukan. Berdoa setiap melakukan kegiatan seperti keluar masuk kamar mandi, makan, bepergian, hendak tidur dan bangu tidur alhamdulillah sudah terbangun kebiasaannya dengan baik. Untuk infak maupun sedekah kakak Aqila telah memiliki kemauan yang kuat untuk berbagi. Di usianya yang empat tahun ini, pengenalan sholat telah lama dilakukan hingga ia mampu melakukan gerakan sholat dengan sangat baik. Untuk bacaan sholat masih al fatihah dan beberapa surat Al-quran yang dapat ia lantunkan. Saatnya bagi kami untuk melatihnya mendirikan sholat dan kami konsisten untuk memulainya walau hanya waktu maghrib dan subuh. Nah disini tantangan itu bermunculan. Rasa malas yang sering menghampiri kakak Aqila. Jika bangun tidur langsung ambil wudhu dan sholat subuh bareng ibu. Namun, seringkali kakak Aqila mengulur waktu hingga waktu dhuha atau bahkan menolaknya. Meskipun terkadang justru ia sholat sendiri tanpa disuruh di waktu dzuhur atau ashar. Tapi kalau waktu subuh, meskipun hanya dua rakaat semua terasa berat baginya. Tapi tak apa-apa, meskipun ia mengulurnya sampai waktu dhuha pun tetap saya dampingi. Tak jarang wajahnya dihiasi dengan raut yang menunjukkan kemalasan dan kekesalan. Bahkan harus diwarnai dengan drama isak tangis yang sedikit berlebihan. Inilah perjuangan dalam berproses membangun kebiasaan dan kedisiplinan. Saya meyakini bahwa apa yang dilakukan hari ini pasti akan berbuah manis di masa yang akan datang.




Dengan adanya pengenalan serta pemahaman kecerdasan spiritual, anak perlahan dapat mengenali Tuhannya, mengetahui maksud dari hidupnya di dunia ini dan perlahan dapat menemukan tujuan dan kebahagiaannya.


💥Semua Anak Adalah Bintang
💥IIP
💥Bunda Sayang

#Tantangan 10 hari
# Level 7
# Kuliah Bunsay IIP
# Bintang Keluarga

MENJELAJAH POTENSI ANAK 13
“Karena Kau Begitu Berharga”




Anak usia dini adalah pribadi yang unik dan spesial. Karena mereka berbeda dengan orang dewasa yang mudah untuk dipahamkan akan nilai spiritualitas sebuah agama. Namun, karena uniknya mereka maka diperlukan strategi yang tepat sesuai dengan keunikan mereka. Keunikan yang sebaiknya orang tua menemukannya terlebih dahulu melalui berbagai stimulasi dari beragam kegiatan.

Salah satu metode yang tepat adalah berkisah. Dengan asumsi bahwa  anak usia dini dalam memahami tentang konsep Tuhan masih menggunakan fantasi. Sesuai dengan tingkat perkembangan dan usia anak, ada tiga tahapan anak dalam memahami konsep Tuhan. Pertama, anak usia 3-6 tahun akan mempresentasikan keadaan Tuhan masih dipengaruhi oleh fantasi dan emosi. Kedua, anak usia 7-12 tahun. Konsep ketuhanan yang mereka pahami berdasarkan realitas. Dan yang ketiga, tahap usia 13-18 tahun. Anak sudah mulai menentukan pilihan terhadap model agama tertentu.

Sehingga metode berkisah dirasa metode yang paling tepat untuk menanamkan nilai-nilai religius dan mengembangkan kecerdasan spiritual anak usia dini. Metode berkisah ini dapat menjadi stimulasi untuk anak usia dini yang bertujuan untuk menyampaikan pesan moral dari tokoh yang ada di dalam kisah tersebut. Sama hal nya dengan mendongeng, karena sama-sama bercerita. Namun bedanya, kalau dongeng kebanyakan adalah cerita fabel dan bersifat fiksi . Jika berkisah tentu saja ceritanya bersifat fakta dan tokoh nya pun pasti manusia.

Kita bisa memberikan wawasan kepada anak melalui berkisah kepada anak yang dihubungkan dengan kehidupan sehari -hari dalam rangka memberikan contoh atau teladan yang baik. Tentu saja kisahnya tidak perlu terlalu panjang dan detail karena dikhawatirkan anak akan bisan dan justru nilai moralnya menjadi tidak sampai kepada anak. Maka kita dapat memenggal kisah-kisah yang akan kita ceritakan dengan tanpa menghilangkan hikmah yang ada dalam kisah tersebut.

Metode ini saya lakukan saat kakak Aqila menghadapi konflik dengan saudara atau teman mainnya. Keduanya pasti akan saya duduk kan dan saya peluk. Secara perlahan saya gali informasi mengenai konflik yang terjadi diantara mereka. Seperti konflik hari ini yang dialami kakak Aqila dengan saudara sepupunya mbak Ella. Tanpa sengaja kakak Aqila menumpahkan segelas air dan membasahi sebagian tubuh mbak Ela. Sontak saja mbak Ela marah dan menyiramkan sisa air dalam gelas ke arah kakak Aqila. Kakak Aqila tidak terima, dia merasa tidak sengaja dan sudah minta maaf, kenapa harus kena siram juga. Akhirnya terjadi konflik dan adu pembenaran masing-masing. Karena saya perhatikan pertikaian diantara mereka tidak kunjung reda, Akhirnya saya turun tangan juga. Kupanggil keduanya dan saya dudukkan. Masing-masing bercerita tentang kejadian tadi memberikan argumen yang sama kuatnya. Setelah mereka puas berpendapat dan melampiaskan uneg-unegnya saya pun berkisah.

Bahwa dulu saat Nabi Muhammad yang secara tidak sengaja melukai sahabatnya dengan cambuk, Nabi rela untuk dibalas dengan hal yang serupa karena kelalaian dirinya. Namun, sahabat tidak mau membalas mencambuk Nabi dan malah sahabat ini memeluk Sang Nabi dengan penuh kecintaan pada manusia mulia itu.
Setelah saya sampaikan kisah ini, keduanya terdiam agak lama. Saya sampaikan pada mereka bahwa, dalam bermain dengan teman lain, ada kalanya kita berbuat salah. Tapi bukan berarti kita harus membalas kesalahan teman dengan hal yang serupa. Tapi memaafkan adalah yang lebih baik. Kemudian saya mengajak keduanya berdamai dan saling memaafkan dengan pelukan.


💥Semua Anak Adalah Bintang
💥IIP
💥Bunda Sayang

#Tantangan 10 hari
# Level 7
# Kuliah Bunsay IIP
# Bintang Keluarga

Senin, 08 April 2019

MENJELAJAH POTENSI ANAK 12
“Karena Kau Begitu Berharga”



Terdapat hadis Nabi yang mengajarkan bahwa “ setiap anak yang dilahirkan dalam keadaan fitrah”. Hal ini menjadi petunjuk bagi kita bahwa sebenarnya potensi dan bakat spiritual anak sudah melekat secara intrinsik dalam diri anak. Beberapa penelitian pun menunjukkan potensi dan bakat kecerdasan spiritual  justru dimiliki oleh oleh anak sejak usia dini.

Kecerdasan spiritual dapat dijadikan landasan yang diperlukan untuk memfungsikan intelektual dan emosional. Karena pada dasarnya kecerdasan spiritual itu merupakan kemampuan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita secara profesional. Potensi-potensi pembawaan spiritual pada anak-anak seperti sifat keberanian, optimisme, keimanan, empati, mudah memaafkan, kemampuan mengendalikan amarah dan ketangkasan dalam menghadapi bahaya.

Kecerdasan spiritual merupakan dimensi kecerdasan yang bersumber pada fitrah manusia yang tak bisa dibandingkan dengan kecerdasan konvensional yang memang berbeda. Yang mana kecerdasan spiritual ini langsung dari Ilahi sehingga tetap aktual.untuk mengoptimalkan potensi dan kecerdasan spiritual diperlukan banyak usaha. Melalui latihan- latihan spiritual dan intelektual. Keberanian orang tua untuk memasuki pola kehidupan yang lebih islami sangat diperlukan. Supaya hidup anak berada dalam cahaya Al-qur’an dan sunnah Rasulullah yang merupakan kurikulum utama pemicu utama kecerdasan. Di samping usaha tentunya juga doa yang tak putus untuk selalu dilantunkan supaya diberikan kemudahan untuk mendidik anak agar menjadi generasi Rabbani.

Upayakan semua aktivitas kehidupan selalu dikaitkan dengan nilai-nilai keimanan islam.sehingga nafas-nafas islam yang dikembangkan dalam mencerdaskan dan menjelajah potensi anak semakin memberikan keyakinan bahwa agama yang dianutnya adalah agama kebenaran yang dapat menyelamatkannya di akhirat. Nuansa ini sangat diperlukan oleh jiwa anak-anak yang masih suci, sehingga usia dini adalah usia yang sangat tepat untuk mengembangkan potensi spiritualnya.



Salah satu upaya kami untuk mengembangkan potensi spiritualnya adalah mengenalkannya dengan berbagai macam ibadah wajib dan sunnah Dari bersuci, sholat, infak dan sedekah, serta membaca Al-qur’an. Setiap harinya kakak Aqila  akan mendapat talqin salah satu surat dalam Al-qur’an pada pagi hari yang kemudian akan diulang-ulang di siang dan petang harinya. Alhamdulillah hal ini konsisten kami lakukan, kami pun tidak berorenatsi pada targetan-targetan tertentu. Melainkan untuk membiasakan ia untuk akrab dan mencintai Al-qur’an. Untuk hasil kami berserah diri kepada Allah Ta’ala. Kakak Aqila belum bisa membaca Al-qur’an bahkan ia belum mengenal huruf hijaiyah dengan baik. Namun habbit ini menjadi sesuatu yang istimewa dan selalu dinantikan saat-saat murojaah bersama ayah di petang hari. Setiap hari kakak Aqila dan ayah selalu sholat magrib di maghrib. Usai sholat kakak Aqila akan mengulang hafalannya bersama ayah untuk beberapa surat. Hal ini dilakukan di masjid dan selama perjalanan pulang dari masjid. Meskipun terlihat ringan, namun kegiatan ini cukup efekyif untik mengasah potensi spiritualnya. Ia yelah mampu berwudhu dengan baik, mengetahui gerakan sholat yang benar, keutamaan sholat berjamaah di masjid dan menambah hafalannya.

Dengan tetap bertawakal pada Allah yang Maha menentukan, kami berharap aktivitas ini dapat berkembang dan bermanfaat untuknya hingga ia dewasa supaya tetap berpegang teguh pada agama islam. Memiliki aqidah yang lurus, selamat akhlak dan kehormatannya. Aamiin.




💥Semua Anak Adalah Bintang
💥IIP
💥Bunda Sayang

#Tantangan 10 hari
# Level 7
# Kuliah Bunsay IIP
# Bintang Keluarga

Sabtu, 06 April 2019

MENJELAJAH POTENSI ANAK 11
“Karena Kau Begitu Berharga”




Yang dimaksud potensi adalah kecenderungan seseorang untuk memiliki kemampuan tertentu. Misalnya saja seorang anak suka melukis. Jika aktivitas ini dilakukan secara terus menerus maka bisa jadi dia memiliki potensi yang bagus dalam hal seni lukis. Yang mana potensi yang paling menonjol dan unggul yang dimiliki oleh anak haruslah kita gali.
Melalui berbagai aktivitas hingga muncul bakat yang ada pada dirinya. Selain itu hal ini bertujuan supaya orang tua mudah memetakkan potensinya dan mengarahkan cita-citanya di masa depan supaya ia berbahagia dengan dunia dan kehidupannya. Bahkan ia bisa menjadi sebaik-baik manusia karena dapat bermanfaat bagi orang banyak melalui potensi dan kemampuannya.

Pancing anak untuk melakukan beberapa aktivitas. Kita dapat membuat beberapa aktivitas untuk anak dan kita tidak perlu terlalu banyak memberikan petunjuk karena ini untuk melihat dimana letak bakat si anak. jika anak bertanya maka, cukup menjawab sekedarnya saja. Amati aktivitas manakah yang paling membuat si anak merasa senang, nyaman, dan dapat melakukannya.

Selanjutnya, setelah kita menemukan aktivitas yang paling diminati anak, berikan ia aktivitas khusus dan memberikannya kesempatan kepada anak untuk melakukan aktivitas tersebut. bebaskan anak untuk melakukan apa saja yang berhubungan dengan hal itu. dan yang paling penting adalah jangan mendektenya. karena apa yang dilakukan oleh si anak bukan atas keinginannya tapi lebih karena mengikuti perintah orang tuanya. Lalu amati perilaku seru anak saat ia diberikan kebebasan untuk melakukan aktivitas yang dia sukai. Ciri perilaku seru anak telah saya sampaikan pada tulisan  ke-8 yang lalu.

Jangan lupa, kita juga perlu melakukan penilaian. Setelah kita mengetahui perilaku seru anak, maka kita perlu membuat daftar perilaku anak mana saja yang benar-benar merupakan perilaku seru anak dan yang bukan. Lalu komunikasikan kepada anak, Bukan hanya sekedar tahu tapi juga memahami akan perasaan  dan suasana hatinya. Selain itu, anak juga perlu tahu bahwa kita memperhatikan dan peduli kepadanya. ceritakan berbagai aktivitas yang menjadi potensi dan bakat si anak. Untuk mengkomunikasikannya tentu saja harus disesuaikan dengan usia anak.


setelah kemarin melakukan peran sebagai petualang cilik yang dirasakan sangat menyenangkan dan seru saat menemukan banyak hal di lingkungan sekitar, saya dan kakak Aqila membicarakannya. Hingga hal ini selalu menjadi topik yang asyik untuk dibicarakan dari malam hari hingga keesokan harinya, temanya masih tentang binatang, tanaman, bunga, tanah, air, dan pagar. Kecenderungan kecerdasan Naturalisnya masih terjaga sampai saat ini. Terlihat dari semangat dan binarnya saat melakukan aktivitas petualangan ini.

Di saat saya belum merencanakan aktivitas apapun untuk hari ini, justru kakak Aqila yang mengajukan permainan yang akan dilakukan bersama. Ia meminta kepada saya untuk bermain rumah-rumahan dari kain flanel. Semangatnya ia tunjukkan dengan persiapan warna kain flanel yang akan digunakan. Tentu saja warnanya adalah warna favoritnya. Kemudian ia meminta saya untuk membantunya mencari sebuah kotak kardus untuk dijadikan bahan dasar membuat rumah. Saya sempatkan bertanya kenapa harus kardus, ia menjelaskan bahwa kardus itu berbentuk kotak . Menurutnya bahwa rumah miliknya itu kan kotak, jadi kami harus cari kotak.

Kakak Aqila memohon kepada saya untuk membantunya merapikan kotak yang telah ditemukan dan membuat atap. Ia belum dapat membuatnya sendiri. Disaat saya sedang membuat atap, kakak Aqila berbicara tentang banyak hal yang tak jauh dari proses pembuatan rumah ini. Tentang bentuk dinding yang segi empat, bagian atas rumah adalah segitiga, dan bagian atap yang trapesium. Saya jadi teringat saat kakak Aqila saya kenalkan dengan berbagai bentuk geometri melalui gambar dan menjiplak untuk menstimulasi kemampuan matematis logis nya. Kami sempat beradu pendapat saat pembuatan rumah ini berlangsung. Dan rupanya, ia telah memiliki desain sendiri yang ia ungkapkan dengan kata-kata sederhana. Namun sayangnya, apa yang disampaikan tidak saya pahami dengan baik. Meski kami beradu pendapat dan saling ngotot, tapi hal ini sangat seru dan menyenangkan. Bahkan bangga saat rumah-rumahan ini telah selesai. Kakak Aqila bangga dengan hasil desainnya dan saya bangga karena bisa membantu kakak Aqila mewujudkannya.




Melalui aktivitas ini, saya optimis bahwa kakak Aqila memiliki kemampuan mengkonstruksi pengetahuannya. Hingga ia bisa berimajinasi untuk dapat mencipta. Hanya saja keterampilan tangannya belum terasah dengan baik, sehingga ia belum dapat menuangkan imajinasinya ke dalam bentuk yang nyata.


💥Semua Anak Adalah Bintang
💥IIP
💥Bunda Sayang

#Tantangan 10 hari
# Level 7
# Kuliah Bunsay IIP
# Bintang Keluarga

MENJELAJAH POTENSI ANAK 10
“Karena Kau Begitu Berharga”



Kita semua telah mengetahui bahwa setiap anak yang terlahir ke dunia pasti membawa kecerdasannya masing-masing. Tentunya tugas kitalah sebagai orangtua untuk menemukan dan mengenali potensi mereka. Dalam hal ini diperlukan cara yang seru dan menyenangkan bagi anak yang berkaitan dengan stimulasi  agar potensi anak semakin mudah dikenali dan mengetahui potensi unggul anak sehingga anak dapat hidup dalam potensi unggulnya masing-masing dan berbahagia dalam kehidupannya. Lalu bagaimana cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui Potensi Unggul Anak Sejak Dini? Beberapa upaya dapat kita lakukan dengan cara seperti berikut ini,

1. Mengenali dan Memetakan Potensi
Setelah kita mengenali potensi anak melalui pengamatan dan stimulus dari berbagai aktivitas, maka saatnya kita melakukan pemetaan potensi anak . Pemetaan ini amatlah diperlukan yang tujuannya untuk mengetahui apa saja potensi unggul anak yang dapat kita kembangkan. Hal yang perlu kita pahami adalah, proses pengembangan potensi anak  tidak akan membuahkan hasil yang diharapkan jika kita tidak pernah membangunkan potensi anak. Maka dari itu, bangun potensinya dan kenali potensi yang paling diminati. Misalnya, anak suka bergerak (kinestetik) berarti anak memiliki kecerdasan kinestetik. Biasanya hal yang paling diminati adalah bidang olahraga yang menguji ketangkasan fisiknya. Selanjutnya fokuslah untuk mengembangkan kecenderungan kecerdasan dan minatnya dalam bidang olahraga. Asah terus kemampuannya hingga ia menjadi mahir di bidangnya. Dengan proses ini, lambat laun bakat si anak akan mulai terlihat.

2. Jadilah Panutan Bagi Anak

ini artinya orangtua yang menjadi teladan bagi anaknya. Apa yang dilakykan orangtuanya, si pasti anak akan menirukannya karena hal ini adalah sunatullah. Pada dasarnya anak merupakan peniru yang ulung. Ketika ia melihat suatu perbuatan, baik ucapan maupun perilaku yang baik ia akan menirukannya. Begitu juga sebaliknya jika ia lihat adalah hal yang buruk, anak pun akan mengikutinya. Jadi, hal seperti ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi para orangtua. Karena hal ini akan ada kaitannya dengan proses pengembangan potensi diri anak. Dia akan melihat konsistensi yang dilakukan orang tuanya, kedisiplinan dan ketahanan diri dalam melakukan berbagai hal. Anak akan meniru bagaimana orang tua mengatur waktu dan keteraturan diri dalam aktivitas sehari-hari. Jadi bagaimana mungkin anak akan bersemangat dan konsisten melakukan aktivitas sedangkan orang tuanya bermalas-malasan.

3. Memahami dunia anak-anak


Orangtua pada umumnya kurang paham apa yang diinginkan oleh  anak. Bahkan terkadang orang tua berharap anak yang mengerti dunia orangtuanya, harus patuh dan mengerti kesibukan orang tuanya. Hal inilah yang menyebabkan anak terjebak pada perkembangan yang bersifat statis.seharusnya orang tualah yang mengetahui apa sih yang diinginkan oleh anak. Dunia anak adalah dunia  bermain-main bukan dunia yang penuh tekanan dan paksaan. Mayoritas orangtua lebih mengekang kegiatan anak dengan alasan sayang. Menjadikan kreativitas anak terkungkung dan anak sulit berkembang. orangtua sebaiknya melepas dan biarkan anak bermain, karena pada usia 1-7 tahun adalah proses perkembangan anak, orangtua cukup mengawasi setiap gerakan anak. Dengan begini orangtua justru dapat memahami dunia anak dan mudah dalam mengamati serta menjelajahi ke mana arah potensi unggul anak.





4. Membangun Citra Positif Pada Anak

sampaikan hal-hal yang baik dari anak dan apresiasi kebaikannya. Katakan kata-kata yang memotivasi dirinya sebagai bentuk memberikan sugesti positif pada anak. ketika orangtua sering mengalirkan energi positif pada anak, maka anak akan selalu bersikap positif dalam hidup dan kehidupannya kelak. Membangun Citra positif anak  sangat berperan penting terhadap terciptanya anak yang cerdas dan berkualitas.

5. Memberikan Pemahaman Pada Anak Dengan bercerita dan Visualisasi

selanjutnya yang perlu orangtua lakukan pada anak-anaknya adalah memberikan pemahaman pada anak melalui kisah (cerita) dan visualisasi (dalam bentuk gambar; film, video, dan lainya). Tujuannya adalah untuk memahamkan anak tentang hal-hal yang baik dan yang buruk, hal-hal yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan. Hal ini menjadi penting karena pada tahapan ini biasanya anak lebih cenderung bersifat aktif. Dan keaktifan anak ini jika tidak diarahkan akan berusaha mencari tahu hal-hal yang baru ia dapatkan. Namun, ketika kita mampu mengarahkan anak, maka kita akan lebih mudah untuk mengaturnya. Sering-seringlah membangun komunikasi melalui family forum dan saling berbagi cerita tentang hal-hal yang dilalui selama sehari. Sehingga kita juga akan mudah mendapatkan informasi tentang dunia si anak. Apakah ia senang atau tidak, apakah ia menemukan kesulitan dan hambatan, apakah si anak bosan atau sangat menikmati aktivitasnya. Tentunya banyak hal yang dapat kita gali melalui kegiatan ini.


Dunia anak memanglah dunia yang seharusnya menjadi dunia yang paling menyenangkan dan menggembirakan. Salah satu kegiatan yang saya lakukan untuk menemukan kecenderungan kecerdasan dan gaya belajar anak adalah dengan mengakrabkannya dengan buku. Hal ini berhasil untuk menjadikan aktivitas membaca digemari oleh kakak Aqila. Melalui buku inilah berbagai wawasan ia bisa dapatkan. Namun, untuk mengetahui kesiapannya dalam menerima perubahan cara mendapatkan pengetahuan, bahwa pengetahuan tidak hanya bisa didapat melalui buku melainkan melalui banyak cara, maka saya menawarkan kepada kakak Aqila bahwa hari ini ia akan menjadi petualang cilik. Dia menyepakati yang saya tawarkan meskipun ia belum tahu pasti apa yang akan ia lakukan.

Sebelumnya saya telah memperkirakan bahwa kegiatan ini akan cocok dan disenangi kakak Aqila. Karena mengingat kecenderungan kecerdasan naturalisnya itu biasanya akan membuatnya semangat  menelusuri rerumputan dan pohon. Kegiatan ini saya mulakan dengan memberinya gelang dari double-tape yang fungsinya adalah untuk menempelkan berbagai macam bentuk daun yang ia temui di kebun. Selanjutnya tugas kakak Aqila adalah menyampaikan apa saja yang ia temui dalam perjalanannya berpetualang. Kegiatan ini tetap dalam pendampingan dan pengawasan saya. Karena selama kegiatan berlangsung saya akan membangu  diskusi kecil bersamanya tentang ekosistem.

Kegiatan ini berlangsung seru dan menyenangkan. Ia pun menyampaikan semua hal yang ia temui seperti cacing, bunga, kupu-kupu, capung, lady bird, katak, ulat dan masih banyak lagi. Kami juga membicarakan semua itu dari bentuk, tekstur, bau dan keterkaitan antara benda hidup dan benda mati. Nah , secara tidak langsung kakak Aqila telah belajar tentang ekosistem daripada harus menjelaskan melalui buku bergambar tentang apa itu ekosistem. Ini pun menjadi catatan penting bagi saya dalam menjelajahi potensinya melalui ranah change factor kehidupannya. Perubahan cara belajar dan mengambil makna akan sesuatu  melalui cara dan sudut pandang yang berbeda.

💥Semua Anak Adalah Bintang
💥IIP
💥Bunda Sayang

#Tantangan 10 hari
# Level 7
# Kuliah Bunsay IIP
# Bintang Keluarga

Kamis, 04 April 2019

MENJELAJAH POTENSI ANAK 9
“Karena Kau Begitu Berharga”



Sebagai orangtua tentu kita ingin memiliki anak dengan karakter bersahabat, kita bisa melakukan pembiasaan sejak usia dini. Karakter bersahabat akan terbentuk seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak yang berada di usia dini mudah menerima hal-hal baru, sehingga mudah untuk memperoleh pendidikan. Selain itu karakter anak usia dini mudah dibentuk. Pembentukan karakter di usia dini akan berpengaruh pada pembentukan karakter di usia selanjutnya. Sehingga usia ini adalah usia yang tepat untuk menanamkan karakter bersahabat kepada anak.

hal-hal yang perlu ditanamkan kepada anak untuk menumbuhkan karakter bersahabat diantaranya adalah:

1 . Komunikasi yang baik

Ajarkan anak untuk mengucapkan salam ketika bertemu, berbicara dengan sopan dan santun, melakukan kontak mata ketika berkomunikasi, serta menggunakan kata-kata yang baik.

Selain itu, ajarkan anak untuk mengungkapkan keinginannya, terbuka mengungkapkan perasaan, menyapa ketika bertemu sambil tersenyum atau mengajarkan anak untuk menggunakan bahasa tubuh yang baik saat berkomunikasi.

2. Menjadi Pendengar yang Baik
anak perlu diajarkan untuk mendengarkan pendapat orang lain. Ajarkan juga untuk tidak memotong pembicaraan saat orang lain sedang berbicara.

3. Menghormati Orang Lain

Ajarkan anak untuk memberikan pujian kepada orang lain dan menghargai perbedaan, selalu mengucapkan kata tolong ketika membutuhkan bantuan,menepati janji, meminta maaf bila berbuat kesalahan serta selalu meminta izin menggunakan barang orang lain dan mengucapkan terima kasih setelah menggunakan.

4. Bekerjasama

Ajarkan anak untuk dapat berteman dengan siapapun, tidak memaksakan kehendaknya, mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan sendiri

5. Perhatian terhadap Orang Lain

Ajarkan anak untuk menghibur orang lain yang sedang bersedih, membantu orang lain yang sedang kesulitan dan siap berbagi dengan orang lain.

Dukungan dari orang tua tentu saja sangat berpengaruh dalam keberhasilan proses menanamkan karakter bersahabat kepada anak. Orang tua memberikan contoh secara langsung tentang perilaku bersahabat kepada anak dan konsisten terhadap apa yang diucapkan dengan perilakunya.

kita juga dapat menanamkan karakter ini dengan mendongeng. Bacakan dongeng yang bertema tentang persahabatan. Usai membacakan dongeng, ajak anak untuk mengambil kesimpulan perilaku yang boleh dan tidak boleh dicontoh. Hal ini bisa juga dilakukan dengan cara bermain, seperti misalnya bermain peran dalam mengajarkan perilaku menolong.

Semua hal tersebut dilakukan dengan pembiasan secara terus menerus. Buatlah kesepakatan atas perilaku yang boleh dan tidak boleh. Berikan apresiasi atau penghargaan atas perilaku bersahabat anak. Sebaliknya, berikan konsekuensi jika anak melakukan perilaku tidak bersahabat sesuai dengan kesepakatannya.





Penjelajahan terhadap potensi kakak Aqila masih terus saya lakukan dengan mengamati setiap aktivitasnya. Seperti kali ini, sudah beberapa hari kakak Aqila mengeluhkan tentang sikap temannya di sekolah yang tidak mau berteman dengannya. Hingga ia memilih untuk datang ke sekolah pada waktu yang sudah mendekati masuk kelas. kutanyakan hal ini kepadanya dan ia beralasan bahwa biar temannya itu bisa memilih tempat lebih dulu, mengambil mainan lebih dulu dan duduk bersama gurunya lebih dulu. Supaya tidak terjadi perselisihan antara dia dengan temannya itu. Saya pikir tak ada yang salah jika kakak Aqila datang lebih dulu dan mengambil posisi lebih dulu tapi ternyata tidak demikian menurut kakak Aqila. Dia hanya ingin mengalah karena setiap yang dilakukannya, si teman ini selalu berusaha berebut dengannya. Dalam hati saya, yah namanya juga anak-anak barangkali teman kakak Aqila ini sedang sangat ingin diperhatikan oleh gurunya. Saya hanya sedikit khawatir apakah kakak Aqila bisa menghadapi hal seperti ini. Maka saya sempatkan untuk menggali informasi darinya.

“ kak, nggak masalah kalau kakak mau datang terakhiran karena kakak mau kasih kesempatan sama Bilqis untuk memilih semuanya duluan. Itu artinya kakak jadi anak baik karena mau mengalah dan mendahulukan teman. Tapi, nanti kakak main sama siapa?” tanyaku menyelidik.

“ ya temanku tu banyak bu, aku bisa main sama Azkiya, sama Maharani , sama Alan, Iqbal ah..banyak kok bu.” dia menyebutkan nama temannya satu per satu.

“ oh gitu...trus Bilqis gimana? Mau main sama kamu enggak?”

“ Bilqis masih mau kok main sama aku, tapi semuanya harus dia yang duluan. Trus aku juga nggak boleh main sama temen lain.”

“ oh..ibu sekarang tau. Itu karena Bilqis sayang sama kakak. Dia nggak kehilangan kakak, makanya dia bolehin kakak main sama yang lain.”

“ ya tapi aku juga kan punya teman lain, banyak. Nggak Bilqis aja.” jawabnya sambil mengernyitkan dahi.

“ kalau gitu ajak temanmu yang lain untuk main bareng Bilqis ya. Sampaikan ke teman-temanmu yang lain bahwa kalian harus mengalah untuk Bilqis.”

“ hehehe...iya bu. Oke.”

“ Nah dengan begitu Bilqis jadi punya teman lain dan bisa main sama-sama tidak harus dengan kakak Aqila.”

Saya baru menyadari bahwa ternyata kakak Aqila jadi rebutan teman-temannya. Pantas saja, saat saya mengantarkannya ke sekolah dia selalu disambut baik oleh teman-temannya. Langsung digandeng dan bermain bersama. Ternyata ada juga temannya yang cemburu dan tak ingin kakak Aqila bersama dengan yang lain.




💥Semua Anak Adalah Bintang
💥IIP
💥Bunda Sayang

#Tantangan 10 hari
# Level 7
# Kuliah Bunsay IIP
# Bintang Keluarga

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

ANDROID SOURCE CODES MURAH

ADVERTISEMENT

IKUTI KAMI

Total Pageviews

Popular Posts

ADVERTISEMENT

Aqila Nyanyi - Naik Delman

IKUTI FANSPAGE KAMI

Unordered List

Text Widget