Tampilkan postingan dengan label ALIRAN RASA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ALIRAN RASA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 September 2019

BIJAK DAN CERDAS DALAM MENGGUNAKAN TEKNOLOGI


Kemajuan teknologi informasi saat ini melahirkan Revolusi Industri ke-4 (Industry 4.0) dan era ekonomi baru, ekonomi digital. Di dunia, puluhan miliar manusia terhubung dengan internet dan sosial media. Begitupun di Indonesia, hampir setengah penduduk Indonesia menggunakan internet dan sosmed. Situasi ini melahirkan tantangan dan juga ancaman, tetapi juga melahirkan peluang baru bagi mereka yang produktif.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi generasi di era digital ini adalah bagaimana kita bersikap terhadap unlimited information yang membanjiri kehidupan kita. Internet telah diakses secara masif oleh hampir semua orang, terlebih dengan pemanfaatan smartphone. Salah satu dilemanya adalah bahwa banjir informasi tidak selalu membawa manfaat dan kebaikan, namun juga ‘sampah’ dan ‘racun’.

Namun di samping manfaat yang diperoleh di satu sisi, pada sisi lain kita dihadapkan pada sebuah kebimbangan, keraguan dan bahkan ketidakjelasan terhadap tujuan hidup dan bagaimana sebaiknya bersikap dalam ledakan digital saat ini. Nilai-nilai dan keutamaan hidup yang sejatinya diperlukan makin kabur.

Harga yang harus dibayar dengan semua kecepatan dan ke-serba instant-an teknologi hari ini adalah kedangkalan. Semua mau serba cepat; membaca berita hanya dari judulnya; menilai apapun dari apa yang terlihat. Banjir informasi karena teknologi tanpa sadar membuat kita makin dangkal.

Karena itu,  diperlukan sikap dan pemahaman ber-teknologi. Punya teknologi cerdas tidak lantas membuat masyarakat cerdas. Jangan dipikir kalau bisa beli atau punya smartphone, lantas yang bisa beli itu tiba-tiba cerdas. Tentu saja tidak demikian. Hal ini diperlukan agar kita menjadi lebih bijaksana dan tidak mudah diombang-ambingkan oleh berita hoax yang juga membanjiri kita.

Untuk itulah, di tengah sikap optimis dan harapan yang besar atas munculnya era ekonomi digital ini, melalui game level 12 ini, saya menjadi banyak tahu teknologi yang bermanfaat untuk membantu dan memudahkan pekerjaan manusia. Selain  itu melalui game ini, saya menemukan kesempatan yang besar untuk produktif di bidang yang saya geluti selama ini. Sehingga kita pengguna teknologi digital ini tidak hanya sekedar memiliki pengetahuan yang tak terbatas saja namun juga belajar akan sebuah kesadaran dan komitmen untuk cerdas dan bijak dalam  menggunakan teknologi digital.

#AliranRasa
#Level12
#KuliahBunsayIIP

Rabu, 31 Juli 2019

MENINGKATKAN KEDEKATAN ORANGTUA DAN ANAK MELALUI DONGENG
"Karena Rasaku Adalah Rasamu"



Mendongeng merupakan kegiatan yang sangat positif dan efektif untuk mengeratkan hubungan ibu dan anak. Saya merasakan begitu banyak manfaat dari kegiatan mendongeng. Melalui aktivitas ini, Saya menjadi mengerti betapa anak teramat menginginkan orang tuanya meluangkan waktu untuk membacakan cerita sebelum mereka tidur, terutama oleh sang ibu. Namun sebenarnya, mendongeng bukanlah kegiatan yang semata hanya untuk menidurkan anak, tapi ternyata lebih berfungsi untuk meningkatkan kedekatan ibu dan anak serta mengembangkan kemampuan otak anak.

Yang mana mendongeng menjadi salah satu sarana dalam membentuk karakter dan mengasah otak kanan anak. Dalam pengamatan saya, saat kakak Aqila menyimak dongeng, ia menggunakan otak kanannya sehingga ia juga ikut berimajinasi. Biasanya, Apa yang anak dapatkan dari dongeng akan lebih lama diingat daripada pelajaran yang dominan diserap menggunakan otak kiri. Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa Imajinasi sangat penting bagi perkembangan daya pikir anak. Karena dengan kemampuan Imajinasi, anak akan terbantu untuk berpikir kreatif dalam menghadapi dan merencanakan penyelesaian masalah yang dihadapinya. Selain itu, imajinasi juga dapat membuat anak terampil berkomunikasi dengan orang lain.

Saya meyakini bahwa saat anak mendengarkan dongeng, pikiran anak akan terangsang untuk menggambarkan situasi dan sebuah detail tempat serta posisi suatu benda melalui deskripsi yang didengarnya. Kosa katanya pun juga akan memperkaya perbendaharaan kata untuknya. Kosa kata itulah yang nantinya akan membantu anak-anak untuk mudah mengekspresikan perasaan atau apa pun yang dipikirkan. Harapannya adalah, keterampilan komunikasi anak semakin terasah.

Dongeng juga memiliki efek yang besar dalam menanamkan etika dan nilai-nilai kehidupan melalui karakter yang ada pada cerita. Anak-anak bisa belajar tentang kejujuran, tolong menolong dan rasa peduli. Saat mendongeng, pesan-pesan moral dan pelajaran hidup yang kita beri penyampaiannya akan lebih mudah dicerna oleh anak.

Selain itu, berbagai manfaat yang dapat saya rasakan adalah adanya perubahan sikap dan perilaku kakak Aqila. Salah satunya yaitu, Ia yang tadinya mudah tersulut keinginan untuk memiliki hal yang sama seperti milik temannya, namun dengan memberikan pengertian kepadanya melalui dongeng, ia pun menjadi anak yang tidak mudah terpengaruh saat temannya memiliki barang baru. Karena ia ingin disayang Allah dengan mematuhi perintah Tuhannya, dengan tidak melakukan pemborosan dan meninggalkan hal yang mubazir.

Dari pengalaman yang telah saya lalui bersama kakak Aqila, saya mencoba merangkum beberapa hal manfaat mendongeng yang saya dapatkan. Diantaranya adalah,

1. Mengembangkan daya imajinasi

Dunia anak adalah dunia imajinasi. Kita perlu menyadari bahwa anak mempunyai dunianya sendiri. Seperti saya yang sering mendapati kakak Aqila berbicara dengan teman khayalannya. Dengan daya imajinasi yang masih sangat bagus ini, maka sebagai orang tua sebaiknya harus bisa mengarahkannya kepada hal yang positif dan tetap terkontrol. Maka dengan dongeng inilah cara terbaik untuk mengarahkan mereka kearah yang baik.

2. Meningkatkan keterampilan berbahasa

Stimulasi dini yang mampu merangsang keterampilan berbahasa pada anak adalah dengan mendongeng. Kemampuan verbal adalah kemampuan awal yang dimiliki anak-anak dan inilah mengapa otak kanan mereka lebih berkembang. Mendongeng ini juga yang menyebabkan mereka lebih terlatih dalam berbahasa. Kisah-kisah dongeng yang mengandung cerita positif tentang perilaku dan sebagainya membuat anak-anak menjadi lebih mudah dalam menyerap tutur kata yang baik dan sopan.

3. Meningkatkan minat baca

Semua orangtua pasti ingin memiliki anak yang suka membaca. Maka mendongeng adalah jalan yang tepat untuk menstimulus anak suka membaca. Dengan membacakan cerita dongeng melalui buku bergambar, maka anak-anak akan tertarik dan penasaran yang membuat mereka ingin mencari tahu. Inilah dimana keinginan untuk membaca menjadi semakin meningkat. Sehingga, orang tua tinggal memfasilitasi anak dengan buku-buku yang menarik di rumah.


4.  Membangun kecerdasan emosional

Mendongeng merupakan sarana hebat yang mampu merekatkan hubungan ibu dan anak sebagai salah satu wujud kecerdasan emosional. Anak-anak biasanya mempunyai kesulitan dalam mempelajari nilai-nilai moral dalam kehidupan. Dengan dongeng maka kita bisa memberikan contoh melalui tokoh dalam cerita yang kita dongengkan. Kegiatan mendongeng akan sangat membantu anak dalam menyerap nilai-nilai emosional pada sesama. Disamping kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional juga sangat penting bagi kehidupan sosial mereka kelak.

5. Menumbuhkan rasa empati

kepekaan anak pada rentan usia 3-7 tahun adalah waktu yang tepat untuk merangsang situasi sosial disekitar mereka. Metode mendongeng ini akan mengajarkan mereka bagaimana berempati terhadap lingkungan sekitar. Nah, Stimulasi yang tepat adalah dengan merangsang indera pendengarannya. Penting bagi kita memberikan stimulasi ini untuk memberikan mereka bekal yang baik untuk masa depannya. Dengan cerita-cerita dongeng yang mendidik, maka anak akan dengan mudah menyerap nilai positif yang akan menjadikan mereka anak yang berempati dengan orang lain.

6. Menambah wawasan dan melatih daya ingat

Melalui dongeng, kita bisa mengenalkan anak dengan hal-hal yang ada di sekitarnya dengan cara yang menyenangkan, tidak memaksa dan tidak mengintimidasi. Usai mendongeng, kita bisa bertanya kepada anak mengenai cerita tersebut atau memberinya kesempatan untuk bercerita kembali di lain waktu. Hal ini sangat bermanfaat untuk melatih daya ingatnya.

7. Meningkatkan keterampilan mendengarkan

Biasanya anak akan selalu antusias saat orangtuanya akan mendongengkan untuknya. Sehingga ia pun juga ingin memahami isi cerita yang orangtua sampaikan. Sehingga ia akan mendengarkan ceritanya dengan seksama. Di saat itulah anak akan menyiapkan pikirannya untuk menyerap kata-kata yang diucapkan orangtua dan menciptakan kata sendiri untuk memahaminya. Jadi anak akan mendengarkan dengan seksama dan berusaha menguasai keterampilan ini. Selain itu, cara ini juga membantu meningkatkan komunikasi yang baik antara orangtua dan anak.

8. Mendongeng memberikan ketenangan pada anak.

Membacakan dongeng sebelum tidur adalah salah satu cara penghilang stres yang efektif. Biasanya orangtua akan membacakan cerita dalam suasana santai dan nyaman, dramatisasi dengan membuat intonasi nada yang berbeda akan membuat anak tertarik untuk mendengarkan cerita. Lama kelamaan anak-anak akan merasa nyaman sehingga tingkat stresnya berkurang. Selain itu anak juga akan memiliki pola tidur yang sehat.

Jika anak sudah terbiasa mendengarkan cerita sebelum tidur, maka kegiatan ini akan menjadikannya merasa lebih nyaman dan akan menjadi sounding bagi anak bahwa setelah itu adalah saatnya tidur. Kondisi ini akan membantu anak memiliki jam tidur dan bangun yang sama setiap harinya, karena itu mendongeng sangat dianjurkan pada jam yang sama sejak anak masih kecil.

#AliranRasa

#Level10
#KuliahBundaSayang
#IIP

Selasa, 14 Mei 2019

CERDAS FINANSIAL DI USIA DINI, KENAPA TIDAK?


“Cetaklah tanah selama masih basah dan tanamlah kayu selama ia masih lunak”

Ungkapan di atas tidaklah berlebihan karena memang benar adanya. Karena hal itu sebuah pengibaratan dari pembiasaan positif pada anak. Kebiasaan positif hendaknya dilakukan sejak usia dini. Di usia dini tentunya akan memudahkan orang tua dalam menanamkan Semua kebiasaan positif. Karena sebuah kebiasaan yang sudah tertanam sejak dini akan membentuk gerak reflek. Sehingga semua kebiasaan positif yang tertanam pada anak akan lebih lama melekat pada  diri anak dan tidak akan menjadi beban bagi anak. Akan berbeda hasilnya jika pembiasaan hal positif itu dilakukan saat anak sudah besar, semua kebiasaan positif itu akan menjadi beban bagi mereka. Sehingga mereka akan sulit menerimanya. Yang sering kita jumpai adalah sikap penolakan dari anak baik dalam bentuk sikap membangkang atau sikap acuh dan tak mau tau.

Kebiasaan positif itu salah satunya adalah pengelolaan keuangan. Saya justru banyak belajar dari kakak Aqila. Ada beberapa hal yang saya temukan selama 17 hari pengamatan. Karena dalam mengajarkan cerdas finansial ini, sangat memerlukan keteladanan atau role model bagi anak. Anak melihat bagaimana orang tuanya mengelola keuangan. Misalnya saja, saat saya mengajak kakak Aqila belanja, dia akan melihat bagaimana saya mengatur dan membelanjakan uang. Meskipun apa yang saya tampilkan selama 17 hari itu ada satu kegiatan yang bukan kebiasaan saya sesungguhnya. Sehingga hal ini justru menjadi cambuk bagi saya untuk berubah. Jika saya berhasil menanamkan salah satu karakter dalam cerdas finansial ini, seharusnya saya harus memiliki seluruh karakter yang diperlukan dalam cerdas finansial.  bisa mengelola uang dan mengambil keputusan tepat tentang keuangan.

Pengajaran tentang uang ini ternyata maknanya sangat luas, bukan hanya sekadar mengenalkan nilai uang, namun juga penggunaannya. Barang dan jasa diperoleh dengan uang. Dalam proses mencerdaskan finansial anak, saya berupaya sebisa mungkin supaya jangan sampai anak minta ini dan itu tanpa tahu bagaimana semestinya menggunakan uang. Perlu menjelaskan kepada anak dan tidak cukup hanya sekali atau dua kali bahwa barang yang diinginkannya selalu ada kaitannya dengan uang. Menjelaskan bagaimana ayah dan ibu mendapatkan uang dengan bekerja untuk kebutuhan sehari-hari, membeli barang dan untuk kepentingan jangka panjang.

Melatih kecerdasan finansial juga termasuk dengan memberikan pemahaman bahwa anak harus menabung jika ingin membeli sesuatu. Selain itu juga memahamkan kepadanya bahwa setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda dalam membeli barang. Sehingga saat temannya memiliki barang baru dan bagus, ia sudah mengerti bahwa temannya punya kemampuan lebih dibanding dirinya. Harapannya, ketika anak telah mampu memahami setiap orang berbeda, ia tidak akan merengek meminta barang yang sama dengan temannya, karena ia tahu orang tuanya tak mampu membelikan untuknya.

Dengan komunikasi produktif yang saya lakukan bersama dengan suami kepada kakak Aqila, jadilah kami sebuah super team yang selalu saling mengingatkan dan memotivasi agar kakak Aqila memiliki kecerdasan finansial yang akan tertanam pada dirinya hingga ia dewasa. Beruntung sekali ilmu kecerdasan finansial yang disampaikan di IIP, saya dapatkan di usia kakak Aqila masih dalam usia toddlers. Yang mana usia ini adalah masa tumbuhnya otonomi atau kemandirian dirinya. Sehingga ia sangat menikmati semua kegiatannya. Jadi kegiatan melatih cerdas finansial ini, sangat tepat dilakukan di usia toddler, sehingga usia ini sangat menguntungkan bagi saya dalam menanamkan cerdas finansial sebagai salah satu karakter diri. Nah, usia toddler menjadi poin pertama untuk membangun kebiasaan positif kepada anak. So...cerdas finansial di usia dini, Kenapa tidak?

Yang kedua adalah memulai dari hal-hal kecil terlebih dahulu dan meningkatkannya sesuai tahap perkembangan dan kemampuan anak. Misalnya saja untuk mengenalkan uang dan kegunaan uang dapat melalui bercerita atau bermain dengan uang mainan. Kemudian mengajarkannya untuk dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginan lalu memberinya pemahaman darimana uang diperoleh. Tahap berikutnya mengelola uang saku dan belajar berbagi baik melalui infaq atau sedekah. Yang tak kalah pentingnya adalah mengajarkan kepada anak bahwa uang bukan sebuah alat untuk menjadikan seseorang memiliki derajat yang tinggi di masyarakat. Karena yang terpenting adalah kehalalan dan keberkahan rezeki yang didapatkan. Serta bagaimana cara kita untuk mensyukuri semua nikmat yang Allah berikan kepada kita.

Yang ketiga dengan cara mengajarkan kepada anak secara perlahan dan mencontohkannya. Memberi penjelasan secara ilmiah namun dapat dipahami anak dan tentunya sampaikan instruksi secara berurutan dan jelas. Dalam hal ini komunikasi produktif sangat membantu orangtua dalam melatih dan mengajarkan hal positif kepada anak-anaknya. Intinya, anak memerlukan role model untuk melatih cerdas finansialnya, sehingga orang tua tentu saja harus menjadi teladan yang baik bagi anak-anak. Proses melatih kecerdasan finansial ini akan terus berlanjut hingga kakak Aqila dapat melakukannya secara mandiri. Karena untuk mencapai kecerdasan finansial tidak bisa didapatkan secara tiba-tiba. Melainkan melalui proses yang lama, tak cukup hanya dalam hitungan hari saja dan butuh latihan secara berulang.

#AliranRasa
#GameLevel8
#KuliahBundaSayang
#InstituteIbuPriofesional


Selasa, 18 Desember 2018

YANG MENGISI RELUNG HATI, SANG PEMBERI WARNA KEHIDUPAN

Setiap ibu memang bisa memilih antara melahirkan atau tidak dan selalu ada alasan untuk tidak menghadirkan makhluk hidup di dalam rahimnya. Barangkali sesaat ada kemerdekaan disana. Namun, betapa mulianya tugas, peran dan tanggungjawab seorang ibu yang memutuskan untuk mendedikasikan seluruh hidupnya untuk Allah semata melalui fitrahnya sebagai seorang wanita untuk menjadi ibu bagi anak-anaknya. Diantara banyaknya wanita, begitu banyak diantara kita yang sangat ingin sekali menjalani perannya sebagai seorang ibu dengan melahirkan anak, namun yang dinanti tak kunjung tiba. Karena Allah memiliki rencana terbaiknya yang tidak diketahui oleh hambaNya, sesungguhnya ia tetaplah istimewa dan mulia dengan melahirkan seorang anak atau tidak melahirkan. Ia tetap mulia dengan ketakwaan yang dimiliki. Maka bersyukur adalah hal terbaik yang seharusnya mewarnai hari-hari kita meskipun segudang aktivitas yang melelahkan bersama anak-anak seolah tiada habisnya. Namun Allah lah yang maha memberi kekuatan dan kemampuan.

Game level 4 ini membuat saya merasa justru harus belajar dan menggali banyak hal lagi tentang dunia anak. Rangakian kegiatan yang saya lakukan selama 17 hari ini menyadarkan saya bahwa sungguh luarbiasa jejak kaki yang harus seorang ibu tinggalkan untuk anak-anaknya. Meskipun game level 4 ini, menuntut saya untuk dapat menemukan kecenderungan gaya belajar anak, namun justru dengan game ini saya merasakan ternyata memahami dunia anak-anak menjadi sangat menyenangkan dan bahkan dapat mengubah karakter negative saya menjadi sesuatu yang lebih positif. Rupanya keriangan hidup teramat mudah kita dapatkan seperti kita menyaksikan suka cita dengan keceriaan dan keriangan tanpa beban seperti anak-anak menjalani dunianya.
DISINI

Baca Juga ya

Baca Juga ya

Baca Juga ya

Game level 4 yang berlangsung di bulan desember ini berbeda dari game-game sebelumnya, dikarenakan ini merupakan sebuah tantangan yang harus saya taklukkan untuk melawan semuanya, terutama menaklukkan waktu dan menahan rasa nyeri yang terkadang muncul di sela-sela aktivitas yang saya lakukan karena kontraksi semu dari dalam rahimku, yang usia kandungan tinggal menunggu hari untuk lahirnya buah hati. Rasanya seperti merasa begitu istimewa sekali manakala sedang mengandung 9 bulan sambil mendampingi balita yang lagi aktif-aktifnya. Dengan sebuah kesyukuran, pekerjaan Domestic maupun public masih tetap diilakukan dengan penuh semangat. Begitupun aktivitas menuliskan setiap episode menjajaki gaya belajar Aqila yang menjadi prioritas untuk diabadikan.
Karena saya percaya bahwa, jejak kaki seorang ibu adalah langkah-langkah kecil dalam membesarkan anaknya dari waktu ke waktu. Setiap perlakuan ibu, ucapan, sentuhan, akan membekas di hati dan otak seorang anak. Semua yang ibu berikan dan lakukan akan terekam dalam memory anak yang akan berefek pada masa yang akan datang. Terlebih lagi perjalanan ibu membesarkan anak merupakan proses perjalanan pembangunan pikiran anak. Maka, perlu ada tahapan dan langkah sebagai seorang ibu dalam membesarkan anak-anaknya, supaya Pendidikan terbaik yang orangtua berikan dapat mengantarkan anak sampai ke surga.
Dengan semangat inilah, saya berusaha totalitas dalam menjalankan game level 4 ini dengan kemampuan yang saya bisa. Karena anak adalah amanah terbesar yang Allah berikan dengan cinta. Anaklah yang selalu mengisi relung hatiku yang terdalam, yang dapat mengobati Lelah dan amarahku dengan keceriannya, yang menjadikan hidupku lebih bermakna dan berwarna karena kehadiranya, membersamainya adalah kebahagiaan bagiku. Sehingga wajiblah bagi saya untuk membekali diri dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan Pendidikan anak agar dapat melaksanakan amanah dengan sebaik-baiknya.
Adapun hasil yang saya dapatkan dalam proses pengamatan dengan melakukan penjajakan gaya belajar Aqila melalui beragam kegiatan yang dapat menstimulus munculnya kecenderungannya. Dari sisi kekuatan dan potensi Aqila adalah anak yang menyukai cerita yang dibacakan dengan menggunakan ekspresi, meskipun dia juga senang membuat alur cerita sendiri dari gambar yang dilihatnya. Sangat suka sekali berbicara, berdiskusi, berdebat dan memiliki banyak sekali pertanyaan. Dia memiliki kemampuan yang baik dalam mengungkapkan emosinya secara verbal melalui perubahan nada bicara dan vocal. Sangat sering sekali berbicara sendiri apalagi di depan cermin, merespons informasi lebih cepat tatkala mendengar daripada melihat.
Sisi lemahnya adalah, Aqila mudah sekali bosan dengan aktivitas yang cenderung monoton seperti menggambar dan mewarnai, kurang bisa menirukan gerakan melalui media visual, lebih suka diijelaskan secara verbal dan kontak fisik. Jarang memperlihatkan ekspresi wajah kepada oranglain. Meskipun Aqila sangat menyukai kegiatan yang bersifat aktif dan melibatkan seluruh organ tubuhnya, namun dia tidak suka dengan keteraturan gerakan, kalaupun dia harus bergerak itu ya suka-suka dia saja dengan gerakan asal. Suka dicontohkan sesuatu dengan sentuhan dan berhubungan dengan orang lain lewat kontak fisik dan komunikasi. Memiliki ingatan yang baik dengan metode eksperimen yang menggunakan alat bantu dan belajar dengan alat peraga tiga dimensi. Aqila juga belum memiliki keseimbangan tubuh yang baik.
Dari hasil pengamatan ini, sebenarnya dari ketiga gaya belajar yang ada baik visual, auditory dan kinestetik, Aqila memiliki katiganya, namun jika dilihat dari sisi kekuatan dan kelemahannya, Aqila memiliki kekuatan paling banyak pada gaya belajar Auditory. Meskipun pengamatan ini bukanlah sesuatu yang dapat menjadi kesimpulan final dan masih ada kemungkinan akan terjadi perubahan di kemudian hari, namun paling tidak saya tahu bagaimana membersamainya dalam proses bermain dan belajar untuk memenuhi kebutuhan fitrahnya melalui metode yang disukainya. Karena jika kita menggunakan Teknik dan metode yang paling disukai, cocok dan sesuai dengan sensory anak, maka anak akan menyerap informasi dan pengetahuan secara efisien.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

ANDROID SOURCE CODES MURAH

ADVERTISEMENT

IKUTI KAMI

Total Pageviews

Popular Posts

ADVERTISEMENT

Aqila Nyanyi - Naik Delman

IKUTI FANSPAGE KAMI

Unordered List

Text Widget