Tampilkan postingan dengan label KREATIV. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KREATIV. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Juli 2019

THINK CREATIVE, BE CREATIVE
" Ketika Aku Harus Bersabar"


Usia si kecil semakin bertambah, semakin banyak juga keterampilan yang ia kuasai untuk membantunya menjalani kehidupan sehari-hari. Dari kemampuan verbal yang mulanya hanya mampu mengucapkan sepatah dua patah kata saja, kini ia mampu bercerita panjang lebar tentang hari yang dilewati dan pengalamannya.

Motorik halusnya pun mulai meningkat, dari kemampuan mengambil benda-benda kecil hingga menggambar dan mewarnai. Bahkan kini gambarnya sudah mengandung cerita di dalamnya. Setiap tahapan perkembangannya ini diperoleh melalui aktivitas bermainnya baik di rumah maupun di sekolah. Kemampuan-kemampuan ini terus berkembang termasuk pada ranah kognitif, interaktif, fisik dan kreativitas.

Banyak hal unik yang bersifat kreatif pada setiap aktivitas yang dilakukan oleh kakak Aqila. Namun, hal-hal ini justru sering tidak mendapat perhatian khusus dari saya saat mendampinginya bermain. Padahal hal kecil yang mengandung unsur kreativitas akan sangat berguna bagi kehidupannya di masa yang akan datang. Saya bersyukur sekali dengan menjalankan tantangan bunda sayang level 9 ini, saya menjadi lebih jeli dalam memperhatikan kemampuan kreativitasnya. Yang harapannya saya dapat menemukan lebih banyak lagi hal-hal kreatif yang ada pada diri kakak Aqila untuk dapat dikembangkan lebih jauh lagi.

Namun, ada hal yang mengusik hati saya, apakah dengan memiliki keterampilan-keterampilan itu saja ia sudah siap menghadapi tantangan di masa depannya? Karena diprediksikan masa depan nanti akan lebih kompetitif dan menantang dengan melihat adanya perubahan yang sangat cepat dan dinamis. Tentu saja hanya dengan memiliki keterampilan-keterampilan itu saja tidaklah cukup. Karena bukan hanya memiliki karakter kuat dan positif yang akan menghantarkannya pada kesuksesan pendidikan dan karir. Ada satu karakter yang juga harus dimiliki oleh anak untuk membantunya menghadapi dunia dan tantangannya. Yaitu kemampuan seseorang untuk menghadapi kegagalan sebagai tempat belajar dan mampu mengelola diri dan hati nya untuk bangkit dan terus mencoba. Kemampuan ini disebut dengan Resilen.

Mengapa saya utarakan hal ini? Sebab, pada saat saya mengamati perilaku kakak Aqila saat bermain, saya mendapatinya dirundung kebosanan karena tidak segera bisa melakukan sesuatu. Hal ini terjadi pada saat ia ingin menjiplak tangan dan kakinya yang diharapkannya akan menjadi bentuk kupu-kupu yang cantik. Posisi badan yang kurang tepat , membuatnya kesulitan untuk menjiplak kakinya sendiri. Ide nya cukup unik dan kreatif. Karena nantinya sayap kupu-kupu itu akan dihiasnya menggunakan potongan-potongan kertas berwarna. Namun, pada saat ia menemukan kesulitan dan sayap kupu-kupu tak juga terbentuk dengan baik, dia tampak marah. Ia merasa gagal dan menangis. Tak cukup sampai di situ, semua alat tulis dan pensil berwarnanya ia hamburkan ke lantai. Kertas karton yang menjadi medianya ia robek hingga koyak.

Setelah ia merasa tenang, saya sampaikan kepadanya bahwa sebaiknya ia berdoa kepada Allah sebelum melakukan sesuatu, meminta hanya kepada Allah supaya diberikan kemudahan dan kefahaman. Tapi, jika pun kakak Aqila belum bisa melakukannya, ia harus bersabar dan istighfar. Kalau lelah, ia dapat menghentikan kegiatannya dan dapat dilanjutkan nanti lagi.

Kemampuan Resilen ini memang erat kaitannya dengan kemampuan spiritual. Sehingga anak mampu mengelola diri dan amarahnya saat mengalami kegagalan. Inilah aliran rasaku saat menjalankan tantangan level 9 tentang memicu kreativitas anak. Setiap anak itu unik, meskipun kreativitasnya belum sampai pada tahap menghasilkan produk yang bernilai. Karena untuk menciptakan pribadi yang kreatif memerlukan waktu yang tidak sedikit. Sehingga dalam melakukan aktivitas bersama anak, kita harus bisa mengembangkan sikap kreatif sebagai bentuk praksis nyata upaya dalam memicu kreativitas pada anak di ranah proses.


#aliranrasa
#gamelevel9
#kuliahbundasayang
#IIP

Sabtu, 29 Juni 2019

MENGEMBANGKAN KREATIVITAS 17
"Olahraga"



Olahraga adalah aktivitas yang memungkinkan tubuh melakukan tugas fisik. Olahraga membiarkan kesadaran dirangsang oleh aktivitas fisik dan otak beristirahat. Peningkatan detak jantung di pagi hari, akan membuat otak berfungsi lebih baik setelahnya.

sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa olahraga secara teratur tak hanya membuat badan sehat tapi juga membuat anak lebih kreatif. Di akhir pekan waktunya untuk merefresh tubuh dengan olahraga. Kakak Aqila jika ditanya tentang olahraga, ia pasti akan menjawab senam dan main bola. Meskipun main bola harus berlari-lari sambil menangkap bola dengan kakinya, ia sangat menyukainya. Seorang ahli mengatakan bahwa berlari dapat menjernihkan pikiran. Jadi ya tak masalah, bergerak aktif untuk sehat. Dengan berolahraga, badan sehat dan bugar pikiranpun akan jernih sehingga dapat memicu aktivitas kreatif.

Saat kakak Aqila bermain bola di rumah, ia akan membuat gawang sendiri dengan menggunakan ranting pohon yang diletakkan di atas tanah membentuk persegi panjang dan biasanya ia mencari lawan main. Kalau terpaksa harus main sendiri, ya tak masalah baginya. Dia melakukannya dengan senang hati dan bersorak riang gol..gol..gol..

Melihat kakak Aqila suka main bola, terkadang sesekali saya ajak dia ke taman bermain. Di sana dia dapat menikmati bermain bola yang seolah seperti benar-benar berada di arena sepak bola. Selain itu, dia juga bisa mencoba berbagai wahana permainan edukatif lainnya.


#tantangan10 hari
#level 9
#kuliah bunsay iip
#think creative
#be creative

Jumat, 28 Juni 2019

MENGEMBANGKAN KREATIVITAS 16
"Ada Pelangi Di Balonku"



Kegiatan hari kakak Aqila hari ini full bermain bersama teman-temannya. Berhubung masih dalam suasana libur sekolah, ia main ke rumah temannya yang jaraknya tidak jauh dari rumah. Barangkali banyak hal yang ia lakukan di sana bersama temannya. Karena kulihat, banyak temannya satu per satu mulai berdatangan dan rumah itu tampak ramai dengan riuh riang suara anak-anak. Termasuk kakak Aqila yang menjadi bagian dari komunitas itu. Setelah cukup lama ia bermain, ia pulang ke rumah untuk makan dan minum. Ia tampak lelah tapi senang karena puas bermain bersama teman-temannya.

Ketika tiba waktunya saya belanja ke warung, ia meminta izin untuk turut serta. Saya memang terbiasa ke warung bersama kakak Aqila dan kami pun berangkat dengan tetap menjaga kesepakatan yang telah kami buat dulu. Sesampainya di warung, Ia tidak banyak melakukan apa-apa. Hanya matanya saja menari kesana kemari memperhatikan barang-barang yang dipajang. Kini  perhatiannya jatuh pada sebuah mainan yang belum ia ketahui dan belum pernah ia mainkan.

" ibu, ini apa?" Tanya nya sambil jarinya menunjuk pada sebuah mainan yang tergantung.

" oh, itu balon. Nak. Tapi bukan balon yang bisa ditiup lalu di tali ujungnya." Jawabku

" tapi kok kecil ya bu? Aku belum Pernah lihat  balon kayak gini bu." Ujarnya.

" iya kak, ibu memang belum pernah beli balon seperti itu. Balon itu tiupnya harus pakai stik. Bahannya lunak dan kalau sudah ditiup mudah kempes karena bocor. Tapi balon itu bisa menempel satu sama lain." Aku memberinya penjelasan.

" bu, aku mau. Boleh ya bu aku cobain tiup nanti?" Pintanya memohon.

" oke, baiklah. Nanti kita main sama-sama". Jawabku.

Setelah balon itu berhasil ditiup, kakak Aqila tampak gembira sekali. Karena baru pertama kali nya ia bermain balon yang ditiup dengan stik. Ternyata ada yang menarik perhatian kakak Aqila, meskipun ia sering kesal karena balon yang ditiupnya mudah bocor.

" waaaahhh..ibu..lihat balonku ada warnanya seperti pelangi bu. Kenapa bisa ada pelangi di balon ya bu? Padahal kan nggak ada airnya."

" iya...itu pelangi sama seperti yang ada di gelembung sabun kak."

" ya tapi kok bisa ada di balonku pelanginya bu?" Tanyanya ingin tahu.

" ya karena Ada cahaya yang jatuh ke balon lalu dipantulkan dan dibiaskan secara tidak merata. Sehingga ada warna-warna yang terbentuk seperti pelangi yang disebabkan oleh cahaya yang memasuki lapisan tipis pada balon." Jawabku singkat.

Saya tidak banyak berharap ia akan mengerti dengan penjelasanku ini, namun paling tidak ia memiliki pengetahuan awal tentang cahaya dan pembiasan. Karena kelak ia juga akan menemukan jawaban ilmiah yang lebih mendalam. Sehingga dengan jawaban yang saya berikan hari ini, nantinya ia akan dapat mengkonstruksi setiap pengalamannya saat bermain.

Setelah ia mendengan jawaban ibunya, ekspresinya masih datar tapi kepalanya manggut-manggut  seolah ia telah mengerti apa yang saya katakan. Kemudian ia memainkan balonnya bersama sepupunya. Karena bahan ini mudah menempel, terang saja kakak Aqila memanfaatkannya dengan membuat tumpukan balon yang mirip seperti manusia salju atau boneka. Dengan sangat  hati-hati ia menempelkannya supaya tidak bocor. Boneka pun terbentuk, waktunya bermain peran. Lalu satu-per satu ia lepaskan ke udara dengan meniupnya. Jika balon telah bocor dan kempes, maka balon kempes itu akan menjadi topeng dan mereka berdua bermain topeng-topengan dengan riang gembira.


Hal sesederhana itu dapat menjadi mainan yang menyenangkan. Tekstur dan sifat balonnya menjadi bahan pertanyaan yang menarik yang dapat memunculkan rasa ingin tahu kakak Aqila. Apalagi saat ia membuat berbagai bentuk dengan menyusun balon-balon itu bahkan dapat menjadi topeng yang sangat seru untuk dimainkan. Cukup kreatif bukan?


#tantangan10 hari
#level 9
#kuliah bunsay iip
#think creative
#be creative

Kamis, 27 Juni 2019

MENGEMBANGKAN KREATIVITAS 15
"Berdagang"


Usia dini dikatakan sebagai masa kreatif yang diyakini bahwa kreativitas yang ditunjukkan anak merupakan bentuk kreativitas yang original dengan frekuensi kemunculannya seolah tanpa terkendali. Usia tersebut juga merupakan fase kehidupan yang unik dengan
karakteristik khas, baik secara fisik, psikis, sosial, dan moral. Karakteristik ini
ditandai dengan kemampuan belajar anak yang luar biasa, yakni keinginan anak
untuk belajar aktif dan eksploratif. Pada usia ini merupakan masa yang tepat untuk
meletakkan dasar-dasar pengembangan kreativitas. Yang mana kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada.


Hari ini kakak Aqila bermain peran dengan menjadi seorang pedagang. Saya sempat bertanya kepadanya,

" kak, kenapa pilih menjadi pedagang?"

Dan ia menjawab dengan santai," iya karena aku pengen cepat dapat uang bu, cara cepat untuk bisa dapat uang kan dagang bu."

" banyak kan profesi yang lain, seperti dokter, guru atau insinyur."

" ya tapi aku pengen jadi pedagang bu, enak. Tinggal siapin barang yang dijual trus aku bilang ke orang-orang untuk beli. Lalu orang-orang akan beli dan aku bisa segera dapat uang buat beli sepatu dan tas baru untuk sekolahku."

" oh...gitu ya..hebat kakak bisa jualan dan cepat bisa dapat uang sendiri. Ini memang lagi jualan apa?"

" macam-macam bu..ada sabun, sampo, minyak wangi ibu mau beli yang mana?"

Begitulah kira-kira percakapan yang sempat kami lakukan pagi tadi. Saya apresiasi apa yang telah dilakukannya. Barangkali ia telah mengkonstruksi pengetahuannya yang berkaitan dengan peran yang dijalaninya kali ini. Karena sudah jauh-jauh hari saya telah mengenalkan berbagai macam profesi dan apa saja yang dilakukan oleh setiap profesi. Dan belum lama saya juga mengajarkan bagaimana ia harus melek finansial menuju cerdas finansial sejak dini. Yang mana, ada salah satu hal yang saya tekankan bahwa, bukan hanya bagaimana harus mengatur uang tapi juga dari mana dan bagaimana uang itu didapatkan. Tentu saja hal ini akan berkaitan dengan profesi seseorang untuk bisa menghasilkan uang. Dan apa yang dilakukan kakak Aqila sebagai anak yang masih berusia dini ini, cukup menunjukkan sebuah perkembangan yang baik atas pengetahuan yang telah ia dapatkan dengan merefleksikan hasil belajarnya melalui bermain peran sebagai seorang pedagang.

#tantangan10 hari
#level 9
#kuliah bunsay iip
#think creative
#be creative

Rabu, 26 Juni 2019

MENGEMBANGKAN KREATIVITAS 14
"Baju Sekolah Baru"



kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada. Ada yang mengatakan bahwa
kreativitas merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang mengimplikasikan
terjadinya eskalasi dalam kemampuan berpikir.

Terdapat dua ciri sikap kreatif seorang anak , pertama Ciri kognitif diantaranya orisinalitas, fleksibilitas, kelancaran, dan elaborasi. Kedua, ciri nonkognitif di antaranya motivasi sikap dan kepribadian kreatif. Kedua ciri ini sama pentingnya,
kecerdasan yang tidak ditunjang dengan kepribadian kreatif tidak akan
menghasilkan apa pun. Kreativitas hanya dapat dilahirkan dari orang cerdas yang
memiliki kondisi psikologis yang sehat. Kreativitas tidak hanya perbuatan otak
saja namun variabel emosi dan kesehatan mental sangat berpengaruh terhadap
lahirnya sebuah karya kreatif.

Hari ini kakak Aqila menerima seragam di sekolah barunya. Ia sangat menyukai warnanya, sehingga ia sangat begitu antusias untuk mencobanya di rumah. Semua terlihat baik-baik saja dan sudah pas di badan mungilnya. Sambil berjalan lenggak lenggok layaknya model yang memamerkan model baju, kakak Aqila tertawa riang sambil bernyanyi. Namun, setelah ia berdiri di depan kaca, rupanya ada yang kurang menurutnya. Yaitu tali jilbabnya yang kurang ke bawah, bagian lengan yang menurutnya sulit untuk disingkapkan saat mengambil air wudhu serta bagian bawah rok nya yang kurang simetris. Akhirnya kakak Aqila memintaku untuk mengantarkan baju sekolahnya itu ke tukang jahit untuk dirapikan dan dibuat seperti yang ia maksudkan.


Nah, menurut saya gagasan kakak Aqila  ini cukup menarik. Karena di saat saya melihat semuanya baik-baik saja, ternyata tidak untuknya. Mungkin karena ia merasakan kurang nyaman atau ada sesuatu yang kurang sreg di hatinya. Setelah saya periksa dan amati semuanya, saya setuju mengantarkannya ke tukang jahit. Meskipun hal sederhana, namun ada ketelitian yang ia miliki sehingga memunculkan ide baru. Menurut saya hal ini bagian dari pribadi kreatif  karena ia memiliki kemampuan untuk menggeneralisasikan sejumlah ide sehingga memungkinkan terciptanya pemecahan masalah yang kreatif.


#tantangan10 hari
#level 9
#kuliah bunsay iip
#think creative
#be creative

Selasa, 25 Juni 2019

MENGEMBANGKAN KREATIVITAS 13
"Percobaan Dengan Larutan Tepung"


Melalui eksperimen anak akan terlatih mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir logis, senang mengamati, meningkatkan rasa ingin tahu
dan kekaguman pada alam, ilmu pengetahuan, dan kepada Sang Maha Pencipta. Melalui eksperimen sederhana anak akan menemukan hal yang menakjubkan.

Hal ini penting, karena dengan rasa takjub dan kekaguman akan rahasia-rahasia alam inilah anak akan tetap menyukai aktivitas belajar sampai tua. Melalui eksperimen pula anak dapat menemukan ide baru ataupun karya baru yang belum pernah mereka temui sebelumnya.


Eksperimen (percobaan) yang dimaksud dalam hal ini bukanlah suatu
proses rumit yang harus dikuasai anak sebagai suatu cara untuk memahami
konsep tentang sesuatu hal ataupun penguasaan anak tentang konsep dasar
eksperimen, melainkan pada bagaimana mereka dapat mengetahui cara atau
proses terjadinya sesuatu, dan mengapa sesuatu dapat terjadi serta bagaimana
mereka dapat menemukan solusi terhadap permasalahan yang ada dan pada
akhirnya mereka dapat membuat sesuatu yang bermanfaat dari kegiatan tersebut.

Pernah suatu ketika saya ditanya kakak Aqila, mengapa kita tidak makan tepung mentah. Tentu saja pertanyaan ini lumayan sulit untuk dijawab apalagi dijelaskan kepada anak usia dini. Saya memerlukan waktu untuk menjawab dan mempersiapkan jawaban dengan bahasa yang mudah dipahami. Setelah beberapa hari Maka munculah ide untuk menjawabnya. Tapi bukan dengan memberinya penjelasan panjang dan lebar. Tapi melibatkannya dalam melakukan sesuatu. Kegiatan yang kami lakukan adalah dengan menyiapkan bahan - bahan seperti berikut :

1 . Gula pasir
2 . Tepung terigu
3 . Susu bubuk.
4 . Tiga gelas air dingin.

Jalannya percobaan dengan memasukkan gula, tepung dan susu bubuk pada masing-masing gelas yang telah terisi air dingin lalu mengaduknya hingga rata. Setelah semua bahan larut, saya tanyakan pada kakak Aqila tentang apa yang terjadi pada ketiga bahan tersebut. Kakak Aqila menjawab dengan sangat sederhana, bahwa air tepung dan susu berubah menjadi warna putih sedangkan gulanya hilang menjadi air semua.


Apa yang menjadi jawaban kakak Aqila memang benar dan tidak bisa kita katakan salah. Karena memang nyatanya seperti demikian. Namun point bukan itu, melainkan jawaban dari apa yang ia tanyakan. Melalui eksperimen sederhana ini kita dapat menunjukkan bahwa gula dan susu dapat larut dalam air sedangkan butiran tepung terigu terlalu besar untuk larut.  Hal ini tampak pada saat kakak Aqila mengaduk tepung terigu dan air secara bersamaan. Ada butiran yang melayang di dalam air yang sulit larut. Sehingga mengaduknya menjadi lebih lama daripada mengaduk gula atau susu bubuk untuk bisa larut dalam air.

Hal ini pun juga terjadi saat kita mengunyah makanan. Air liur akan bekerja untuk membantu mencerna makanan. Jika gula akan mudah terurai dan segera bercampur dengan air liur. Akan tetapi, tepung terigu justru akan melayang dalam air liur sama seperti di dalam gelas. Namun, suhu panas dapat menghancurkan dinding sel tepung. Itulah sebabnya, tepung terigu tak dapat dimakan mentah tapi harus dimasak terlebih dahulu untuk dikonsumsi.

#tantangan10 hari
#level 9
#kuliah bunsay iip
#think creative
#be creative

MENGEMBANGKAN KREATIVITAS 12
"Menyanyi dan Menari"


Mengembangkan kreativitas dapat dilakukan melalui musik. Karena musik adalah bagian dari aktivitas kreatif. Seorang anak biasanya sangat tertarik dengan musik dan lagu. Ketertarikan ini dapat memicu munculnya sikap kreatif yang diawali dengan tampaknya rasa ingin tahu, sikap ingin mencoba, dan daya imajinasinya. Pada kegiatan berkreasi, proses tindakan kreativitas lebih penting
daripada hasilnya. Karena dalam proses itulah daya imajinasi, rasa ingin
tahu, dan sikap ingin mencoba dari seorang anak berkembang dan melahirkan
suasana khas terhadap penyajian music atau nyanyian.


Kegiatan kreativitas di bidang music bertujuan memantapkan dan
mengembangkan pengetahuan dan keterampilan music yang telah diperoleh,
seperti antara lain dapat melatih kepekaan rasa dan emosi, melatih mental anak
untuk mencintai keselarasan, keharmonisan, keindahan, dan kebaikan. Anak juga ingin mencoba dan memilih alat music yang sesuai untuk mengungkapkan dan menunjukkan kecakapannya, Meningkatkan kemampuan mendengar pesan dan menyelaraskan gerak terhadap music yang didengar, serta dapat meningkatkan kepekaan terhadap isi
dan pesan lagu.

Kakak Aqila juga menyukai musik dan lagu. Sering ia berkomentar tentang nada-nada yang ia dengarkan dari sebuah lagu. Ia mengerti apakah sebuah lagu itu lagu riang gembira, lagu sedih, lagu penuh semangat atau bahkan lagu tentang keMahabesaran Allah atas segala ciptaanNya. Terkadang ia membuat gerakan-gerakan sendiri untuk mengikuti irama sebuah musik yang disesuaikan dengan makna dari lirik sebuah lagu. Yang awalnya hanya menirukan beberapa gerakan senam yang ia ketahui, lama-lama ia mampu membuat gerakannya sendiri dengan suka-suka.


Selanjutnya melalui kegiatan ini juga dapat mengembangkan keterampilan olahraga dan menari. Bila seorang anak tubuhnya sehat, kuat, cekatan melalui gerakan-gerakan,
baik berlari, meniti, bergelantungan, melompat, menendang, melempar atau
menangkap bola, maka ia lebih siap menekuni bidang olahraga tertentu pada usia yang lebih besar. Kalau anak terampil melakukan kegiatan-kegiatan tersebut, ia
lebih percaya diri dan mampu melakukan gerakan-gerakan yang lebih sulit.
Demikian pula halnya dengan kegiatan menari. Untuk menari diperlukan
gerakan-gerakan tubuh yang cekatan, lentur, tidak canggung-canggung, sehingga ia bisa menari tanpa merasa takut atau waspada. Pada anak pra-sekolah, tidak dapat dituntut untuk melakukan gerakan-gerakan olahraga ataupun menari yang
sempurna.Yang penting, anak menyukai dan senang dulu pada kegiatan tersebut.
Hal itulah yang nantinya dapat dikembangkan sesuai dengan minat dan bakat.

#tantangan10 hari
#level 9
#kuliah bunsay iip
#think creative
#be creative


Minggu, 23 Juni 2019


MENGEMBANGKAN KREATIVITAS 11
"Eksplorasi"


Pengembangan kreativitas dapat dilakukan melalui kegiatan eksplorasi. Ide kreatif sering kali muncul dari eksplorasi atau penjelajahan terhadap sesuatu. Eksplorasi dapat memberikan kesempatan bagi anak untuk melihat, memahami, merasakan, dan pada akhirnya membuat sesuatu yang menarik perhatian mereka.

Kegiatan seperti ini dilakukan dengan cara
mengamati dunia sekitar sesuai dengan kenyatan yang ada secara langsung. Pengamatan tersebut bisa berupa lingkungan, diantaranya hutan, bukit, pasir,
laut, kolam, dan lingkungan alam lainnya. Tujuan kegiatan eksplorasi adalah belajar mengelaborasi menggunakan kemampuan analisis sederhana dalam mengenal suatu objek. Anak dilatih untuk mengamati benda dengan saksama, memerhatikan setiap bagiannya yang unik, serta mengenal cara hidup atau cara kerja objek tersebut.


Kegiatan eksplorasi akan memberikan kesempatan pada anak, untuk
memahami dan memanfaatkan olah jelajahnya berupa wawasan informasi
yang lebih luas dan lebih nyata, menumbuhkan rasa keingintahuan anak
tentang sesuatu yang telah atau baru diketahuinya, memperjelas konsep dan
keterampilan yang telah dimilikinya, memperoleh pemahaman penuh
tentang kehidupan manusia dengan berbagai situasi dan kondisi yang ada, memperoleh pengetahuan tentang bagaimana memahami lingkungan yang ada di sekitar serta bagaimana memanfaatkannya.


Salah satu upaya yang dapat kita lakukan untuk menstimulasi kreativitas
anak usia dini adalah dengan memperkenalkan dan mengakrabkan mereka pada alam sekitar. Karena melalui alam seorang anak dapat mengenal banyak hal yang beragam, unik dan spesifik. Melalui alam seorang anak dapat
diperkenalkan dengan pola kreatif, yang akan melatih dan membiasakan mereka menjadi manusia kreatif.

Kegiatan eksplorasi ini sangat disukai kakak Aqila yang memiliki kecenderungan kecerdasan naturalis. Sehingga tidak sulit untuk mengajak kakak Aqila untuk terlibat dengan alam dan lingkungan sekitar. Bahkan meskipun saya tidak mengajaknya, biasanya ia sudah inisiatif sendiri untuk bereksplorasi di lingkungan sekitar rumah. Di pekarangan rumah yang cukup luas terdapat berbagai macam jenis sayur dan tanaman yang lainnya. Hari ini ia ingin bermain masak-masakan dengan menggunakan bahan-bahan yang ada dari kebun. Lalu Ia berkeliling kebun untuk  mencari dan memetik sendiri bahan yang ia inginkan untuk kemudian di masaknya di teras rumah. Ia mendapati tomat, bayam, mentimun, terong dan lain sebagainya yang dengan tanaman itu ia katakan bahwa semua dapat dimasak dan dimakan. Dengan terampil ia memotong sayur-sayuran itu sambil berbicara sendiri seolah ia sedang berperan sebagai ibu yang sedang memasak makanan untuk anak-anaknya. Ku dengar ia sempat presentasi tentang keutamaan makan sayur yang membuat badan sehat dan menjadikan mata berbinar.

#tantangan10 hari
#level 9
#kuliah bunsay iip
#think creative
#be creative

Sabtu, 22 Juni 2019

MENGEMBANGKAN KREATIVITAS 10
"Buku Buatan Sendiri"

Bentuk pengembangan kreativitas anak
bukan hanya ditunjang dari kemampuan anak menciptakan sesuatu yang baru maupun kreativitas anak yang berbeda-beda, melainkan
karena strategi pengembangan yang tepat dari orangtua. Orangtua sebagai seorang pendidik anak juga dituntut untuk memiliki kreativitas dan menciptakan inovasi-inovasi baru yang dapat menunjang pembelajaran dan membantu
meningkatkan semua aspek perkembangan anak khususnya perkembangan seni kreativitas. Orang Tua yang kreatif dapat menciptakan suasana bermain yang menarik dan menyenangkan, sehingga anak tidak merasa jenuh atau bosan dalam belajar.


Kegiatan kakak Aqila hari ini adalah mengumpulkan setiap lembar kegiatan yang ada pada majalah anak miliknya. Dari pengalamannya melihat ayah dan ibu nya sering melakukan penyimpanan berkas-berkas penting di dalam map snell, ia pun ingin mencoba menggunakan holler kertas dan memasukkan kertas ke dalam map snell. Lalu kuminta ia mengumpulkan setiap lembar aktivitasnya nya yang pernah ia kerjakan dari beberapa majalah anak dengan cara mengguntingnya. Lalu melubanginya dengan holler kemudian ia masukkan satu per satu ke dalam penjepit map snell. Jadilah sebuah berkas kumpulan lembar aktivitas milik kakak Aqila.


#tantangan10 hari
#level 9
#kuliah bunsay iip
#think creative
#be creative

Jumat, 21 Juni 2019

MENGEMBANGKAN KREATIVITAS 9
"Bermain Warna"


salah satu faktor yang mendukung kreativitas anak adalah warna. Beberapa warna yang dapat diaplikasikan untuk mendukung kreativitas anak antara lain merah, kuning dan biru. Warna-warna tersebut sangat cocok untuk merangsang kreativitas anak pada usia tumbuh kembangnya antara dua hingga lima tahun. Ketiganya mampu menciptakan suasana enerjik yang merangsang anak-anak untuk tetap aktif bereksplorasi.

Satu hal yang juga patut diingat terkait tumbuh kembang anak pada usia dua hingga lima tahun adalah kebiasaan mereka mencoret-coret dinding. Pada usia tersebut anak-anak memang sedang gemar-gemarnya mewarnai apa saja. Mereka juga lebih nyaman menggambar dengan posisi berdiri dengan objek gambar yang berada di depan mereka ketimbang berada di bawah mereka. Maka, dengan memberikan media dan cara yang tepat diharapkan anak-anak lebih mudah mengontrol tangan mereka.


Rumah kami yang sederhana, dengan cat tembok berwarna putih sudah hampir penuh dengan coretan tangan kakak Aqila dengan berbagai warna. Dari coretan tak menentu, gambar yang penuh cerita, hingga jiplakan telapak tangannya yang dihasilkan dari mencelupkan tangan ke dalam larutan warna kemudian ia tempelkan ke dinding.


Saking sukanya dengan bermain warna, kakak Aqila pun sering mengulangi berbagai kegiatannya yang berkaitan dengan warna. Sudah beberapa kali kakak Aqila membuat kreasi mewarna dengan cara mencetak dengan bahan alam, caranya yaitu mengeluarkan cat air ke tempat cat air, masukkan/celupkan potongan bahan alam (pelepah pisang) ke dalam cat air, meletakkan potongan pelepah pisang di kertas atau distempelkan di atas kain putih . Bentuk cetakan yang dibuat sesuka hati. Seperti dengan membuat pola bunga, daun, atau mengkombinasikan beberapa warna hanya sekedar mencoba-coba untuk mengetahui hasilnya. Dan yang paling menarik adalah kakak Aqila mencoba mengikat plastisin miliknya yang telah dibentuk bulat-bulat dengan karet kemudian di celupkan ke dalam air berwarna. Yang hasilnya ia katakan seperti bulan, matahari dan bumi yang lagi main bersama. Meskipun ketiganya memiliki ukuran yang hampir sama. Nah, hal ini menjadi PR bagi saya untuk membuat media yang benar melalui bermain warna tentang tatasurya yang akan dibuatnya sendiri. Kira-kira apa ya?😄



#tantangan10 hari
#level 9
#kuliah bunsay iip
#think creative
#be creative

Kamis, 20 Juni 2019

MENGEMBANGKAN KREATIVITAS 8
"Bermain BP"


Sering kali kita menemukan anak-anak saling berbicara, mereka sering
berbicara tentang apa yang terjadi, baik pada dirinya sendiri maupun orang lain. Mereka sering berbicara untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran dan benak mereka. Sikap ini mendorong meningkatkan penggunaan bahasa dan dialog dengan yang lain. Salah satu jalan bagi mereka untuk menggunakan bahasa adalah ekspresi perasaan. Beberapa anak mengalami kesulitan mengungkapkan perasaan dengan kata-kata dan menunjukkannya dengan perbuatan namun, terkadang mereka lebih mudah mengekspresikan perasaan bonekanya daripada perasaan mereka sendiri.

Bahasa merupakan kemampuan untuk
berkomunikasi dengan orang lain. Dalam pengertian ini, tercakup semua cara
untuk berkomunikasi, di mana pikiran dan perasaan dinyatakan dalam bentuk
lambang atau simbol untuk mengungkapkan suatu pengertian, seperti dengan menggunakan lisan, tulisan, isyarat bilangan, lukisan, dan mimic muka.
Ada tiga fungsi utama bahasa pada anak yaitu :
1 . Meniru ucapan orang dewasa
2 . Membayangkan situasi (terutama dialog)
3 . Mengatur permainan

Tiga fungsi kegiatan berbahasa ini dapat dilakukan melalui kegiatan mendongeng, menceritakan kembali kisah yang telah didengarkan, berbagi pengalaman, sosiodrama ataupun mengarang cerita dan puisi. Termasuk bermain BP, Bermain BP adalah salah satu bentuk pengembangan kreativitas melalui bahasa.


Kakak Aqila sangat menyukai permainan ini. Saya memperhatikan saat ia bermain sendiri atau pun dengan teman, maka ia akan menentukan skenario jalannya sebuah cerita dalam permainan. Ia akan menggunakan suara yang berbeda untuk setiap tokoh. Selain itu, ia berupaya memainkan peran setiap tokoh dengan sebaik mungkin sesuai citranya. Misalnya saja saat memerankan tokoh ibu, ia akan menjadi sosok ibu yang sangat baik. Setiap peran yang dimainkannya, ia pun akan mengikutsertakan ekspresi dan mimik wajah yang sesuai. Dengan kegiatan tersebut diharapkan kreativitas dan kemampuan bahasa anak dapat berkembang lebih optimal.


#tantangan10 hari
#level 9
#kuliah bunsay iip
#think creative
#be creative

Rabu, 19 Juni 2019

MENGEMBANGKAN KREATIVITAS 7
"Hasta Karya Dari Lilin Mainan "


Pengembangan kreativitas pada anak melalui kegiatan hasta karya ini memiliki posisi penting dalam berbagai aspek perkembangan anak. Tidak
hanya kreativitas yang akan terfasilitasi untuk berkembang dengan baik, tetapi
juga kemampuan kognitif anak. Dalam kegiatan hasta karya setiap anak akan menggunakan imajinasinya untuk membentuk suatu bangunan atau benda tertentu sesuai dengan khayalannya.

Dalam pembuatannya pun mereka
menggunakan berbagai bahan yang berbeda. Setiap anak bebas
mengekspresikan kreativitasnya, sehingga akan diperoleh hasil yang berbeda
antara satu anak dengan anak lainnya. Mungkin akan ditemui anak yang
membangun gedung pencakar langit dari toples kue, membuat terowongan dari
dus, membuat rumah dari tanah liat, menggambar matahari dengan telingan
lebar, membuat robot dari bahan bekas, dan lain sebagainya.


Pada dasarnya hasil karya anak yang dibuat melalui aktivitas membuat,
menyusun atau mengkonstruksi ini akan memberikan kesempatan bagi anak untuk menciptakan benda buatan mereka sendiri yang belum pernah mereka temui, ataupun mereka membuat modifikasi dari benda yang telah ada sebelumnya. Apapun yang dibuat oleh anak akan membantu mereka menjadi lebih kreatif dan semangat untuk menemukan sesuatu yang baru.


Lilin mainan milik kakak Aqila yang menjadi bahan kegiatan kali ini. Ia sudah sejak pagi menanti waktu bermain bersama saya tiba. Bahkan ia pun sudah membayangkan ingin membuat apa dari lilin mainannya itu. Tak lupa ia juga request beberapa benda yang harus dibuat supaya saya dapat mengarahkannya. Meskipun saya kurang mahir dalam membuat beberapa bentuk sesuai keinginannya, saya tetap berusaha untuk bisa melakukannya dengan diam-diam mencari informasi melalui internet terlebih dahulu tentang langkah-langkah membuat suatu bentuk. Setelah saya dapat memahaminya maka selanjutnya adalah mendampingi kakak Aqila dan mengarahkan cara membuat berbagai bentuk yang diinginkannya. Ia ingin membuat beberapa buah-buahan, binatang dan alat transportasi. Dengan sedikit arahan, kakak Aqila sudah dapat mengikuti dengan baik. Selanjutnya untuk pernak-pernik dan hiasan nya ia buat sendiri sesuka hati.


#tantangan10 hari
#level 9
#kuliah bunsay iip
#think creative
#be creative

Selasa, 18 Juni 2019

MENGEMBANGKAN KREATIVITAS 6
"Kreasi Jilbab"


Pengembangan kreativitas dapat dilakukan melalui imajinasi seperti  yang dikatakan oleh Janice Beaty (1994) bahwa bagi anak, imajinasi adalah kemampuan untuk merespon atau melakukan fantasi yang mereka buat. Kebanyakan anak berusia dibawah tujuh tahun banyak melakukan hal tersebut. Bahkan para pakar spesialis anak sekarang ini telah mengetahui bahwa imajinasi merupakan salah satu hal yang efektif untuk mengembangkan kemampuan intelektual, sosial, bahasa, dan terutama kreativitas anak.

Dalam hal ini imajinasi yang dimaksud adalah kemampuan berpikir divergen seseorang yang dilakukan tanpa batas, seluas-luasnya, dan
multiperspektif dalam merespon suatu stimulasi. Kemampuan ini sangat berguna untuk mengembangkan kreativitas anak. Dengan imajinasi anak dapat mengembangkan daya pikir dan daya ciptanya tanpa dibatasi kenyataan dan realitas sehari-hari. Ia bebas berpikir sesuai pengalaman dan khayalannya.

Hal ini juga nampak pada beberapa aktivitas kakak Aqila saat ia berdiri di depan cermin. Sering ia mengambil beberapa helai kain jilbab milik ibunya untuk ia kenakan sendiri dengan gaya suka-suka. Terkadang ia ingin mengenakan jilbab yang mirip seperti model yang saya kenakan. Kadang ia juga berkreasi dengan pengaturan jilbab versinya sendiri. Hingga terkadang saya heran darimana ia bisa mengenakan jilbab dengan model yang unik, yang ibunya saja belum pernah mengenakan jilbab dengan model yang ia kenakan. Meskipun untuk merekatkan jilbab supaya tidak terlepas ia tetap meminta bantuan saya. Ketika kakak Aqila merasa sadar bahwa ibunya memperhatikannya, ia pun malu dan sembunyi di balik pintu kamar. Namun, saya tetap mencari dan memberikan pujian kepadanya. Meskipun hanya bisa memperoleh satu kali jepretan foto. Inilah imajinasinya yang ingin membuat tampilan jilbab baru dan berbeda.

Untuk mengembangkan kreativitas, kita memang perlu memberikan kesempatan kepada anak untuk bersibuk diri secara kreatif. Bahkan para Pendidik pun hendaknya dapat merangsang anak untuk melibatkan dirinya dalam kegiatan kreatif, dengan membantu mengusahakan sarana prasarana yang diperlukan. Dalam hal ini yang penting ialah memberi kebebasan kepada anak untuk mengekspresikan
dirinya secara kreatif, tentu saja dengan persyaratan tidak merugikan orang
lain atau lingkungan. Melakukan proses bersibuk diri secara kreatif tanpa perlu selalu atau terlalu cepat menuntut dihasilkannya produk-produk kreatif
yang bermakna.

#tantangan10 hari
#level 9
#kuliah bunsay iip
#think creative
#be creative




Minggu, 16 Juni 2019

MENGEMBANGKAN KREATIVITAS 4
"Ikan Untuk Adzkiya"


Perkembangan kreativitas anak bisa dirangsang melalui kegiatan yang dapat
menarik minat anak. Hal yang paling mudah adalah melalui kegiatan yang paling digemari dan menjadi fitrah anak-anak yaitu bermain. Faktanya,
bermain bagi seorang anak merupakan suatu kebutuhan. Kita telah memahami bahwa dengan bermain anak-anak bisa mengembangkan semua potensi yang ada dalam diri mereka. Baik potensi yang terkait dengan moral, sosial, emosional, ekspresi, maupun potensi yang lainnya. Melalui sebuah permainan anak juga dapat menyalurkan energinya serta mempunyai kesempatan untuk tertawa dan bebas bercanda. Bermain merupakan bagian terpenting dari perkembangan emosional, sosial, fisik, dan motorik seorang anak. Bermain juga merupakan
cara setiap anak untuk belajar tentang dirinya dan dunianya. Sehingga Selain untuk kesenangan, aktivitas bermain pun menjadi sarana belajar untuk anak. Seperti yang kita ketahui bahwa bermain memiliki banyak manfaat bagi anak, diantaranya untuk menghindarkan stress/kejenuhan
pada anak, melatih anak untuk berinteraksi, bernegosiasi, dan bersosialisasi dengan orang lain. Dan yang terpenting lagi adalah mengasah kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik serta merangsang anak untuk mengembangkan ide-ide kreatifnya (terutama dalam
permainan yang bersifat edukatif). Selain itu jenis permainan fisik juga akan
menyehatkan badan anak.


Clark Monsta Kis  mengatakan bahwa kreativitas merupakan pengalaman dalam mengekspresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu antara hubungan diri sendiri, alam, dan orang lain. Lebih lanjut lagi, definisi kreativitas dirumuskan dalam istilah pribadi (person), proses,
produk, dan press, seperti yang diungkapkan oleh Rhodes yang menyebut hal ini sebagai “Four P’s of Creativity: Person, Process, Press, Product”. Yang mana  Keempat P ini saling berkaitan. Pribadi yang kreatif yang melibatkan diri dalam proses kreatif, dan dengan dukungan dan dorongan (press) dari lingkungan, akan menghasilkan produk kreatif.

Tentu saja perilaku dan sikap kreatif anak tidak muncul begitu saja dalam waktu yang singkat. Namun semuanya memerlukan proses dengan berbagai latihan. Sehingga dukungan dari orang terdekat terutama orang tua sangat diperlukan dalam proses mengembangkan kreativitas anak. Orang tua sebagai pendamping dan fasilitator bagi anak bukan sebagai orang yang selalu siap sedia membantu dan memecahkan setiap masalah yang dihadapi oleh anak. Biarkan anak-anak mengekspresikan dan mengaktualisasikan segala bentuk gagasan dan idenya serta berkreasi dengan segala sesuatu yang ada di lingkungan sekitarnya selama itu tidak membahayakan fisik dan psikis anak.

Ada cerita menarik dari kakak Aqila yang sekarang sudah memiliki adik bernama Adzkiya. Ia menjadi sangat peduli dengan adik barunya itu. Dari segala keperluan dan kebutuhan adik, ia selalu ingin mencoba menyiapkannya. Dari pakaian, aksesoris dan perlengkapan kebersihan si adik bahkan termasuk mainan. Karena biasanya saya mengajak kakak Aqila membuat mainan dengan bahan yang ada di rumah, maka untuk Adzkiya pun dia ingin membuatkannya sendiri. Hanya saja ia masih bingung mau buat apa. Sementara ia melihat masih banyak alat dan bahan yang tersimpan untuk dibuat mainan.

Adik Adzkiya suka ya ikannya...

Dia membolak balikan beberapa lembar buku gambarnya yang sudah penuh berisi gambar-gambar hasil karyanya. Tiba-tiba ia berhenti pada sebuah gambar yang pernah saya buatkan untuk mengajarinya menggambar ikan. Salah satu binatang kesukaannya memang ikan, sehingga ia sering menggambar ikan.

" ibu, gimana kalau kita buatin adik ikan saja bu, tapi kulitnya warna-warni." Pintanya

" boleh...warnanya mau kakak warnai sendiri?" Tanyaku.

" enggak bu, warnanya nanti pakai kertas warna punyaku. Kan masih banyak."

" oh gitu...bagus itu kak. Tapi kakak kok bisa tau kalau kertas warnanya bisa buat sisik ikan?" Tanyaku penasaran.

" iya lah bu, aku pernah ingat waktu di sekolahnya bude ada hiasan ikan yang kulitnya warna-warni dari kertas warna." Jawabnya menjelaskan.

" oh...kakak pengen buat yang kayak di sekolahnya bude to?"

" hehehe..iya bu. Tapi nanti kita gantung aja pake kayu ya bu..nggak usah di gantung di atas." Pintanya.

Saya belum mengerti apa maksudnya tapi saya iya kan saja pintanya itu.

Namanya ikan apa ya?
Dengan memanfaatkan potongan kertas karton, kertas origami dan sedikit kain flanel, kami dapat menyelesaikan mainan ikan yang kakak Aqila inginkan. Caranya cukup mudah namun memerlukan ketelatenan untuk memotong dan menempelkan sisik ikan yang beraneka warna. Kegiatan seperti ini juga dapat melatih kesabaran dan keuletan serta daya juang kakak Aqila untuk menyelesaikan pekerjaannya. Kertas karton digulung dengan ukuran panjang 15 cm lalu rekatkan dengan lem. Lalu potong kertas origami bermacam warna membentuk setengah lingkaran untuk sisiknya. Lalu tempelkan pada gulungan kertas karton tadi. Selanjutnya adalah membentuk mata ikan dengan kain flanel berwarna putih dan hitam dengan bentuk bulat menyerupai bentuk mata. Nah, jadi deh ikannya. Pinta kakak Aqila tidak digantung diatas tempat tidur adik tapi digantung dengan sebuah batang homogen yang bisa dibawa kemana-mana. Maka, saya pun berinisiatif untuk menggantungnya di batang bekas tongsis. Ternyata si adik sangat menyukai mainan karya kakak Aqila. Dengan kegiatan bermain selain dapat mengembangkan sikap kreativitas anak, juga dapat menumbuhkan rasa kasih sayang dan sikap peduli anak terhadap orang lain.

Asyik ya bisa main sama adik Adzkiya...



#tantangan10 hari
#level 9
#kuliah bunsay iip
#think creative
#be creative

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

ANDROID SOURCE CODES MURAH

ADVERTISEMENT

IKUTI KAMI

Total Pageviews

Popular Posts

ADVERTISEMENT

Aqila Nyanyi - Naik Delman

IKUTI FANSPAGE KAMI

Unordered List

Text Widget