Tampilkan postingan dengan label Mendongeng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mendongeng. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Juli 2019

MENDONGENG KREATIF 17
"Burung Kakaktua dan Seekor Semut Tataman"

Seekor burung kakaktua hitam dengan jambul merah terbang cukup tinggi di udara, terik matahari yang menyengat membuat burung kakak tua itu merasa kehausan, lalu dia mencari sebuah kubangan kecil yang memiliki air. Setelah beberapa saat mencari akhirnya burung kakaktua itu menemukannya dan hinggaplah dia di dekat kubangaan kecil tersebut, kubangan itu dikelilingi rumput yang cukup tinggi sehingga sang burung kakaktua merasa aman.

Ketika sang kakaktua minum air kubangan tersebut dia melihat seekor semut tataman yang hampir saja tenggelam dia mencoba berenang untuk menyelamatkan diri namun sayang semut itu tidak mampu berenang dengan baik. Sang burung kakaktua itu merasa kasihan kepada sang semut dan segera dia mematahkan batang rumput yang tinggi kemudian dia lemparkan ke dekat sang semut hingga sang semut lalu memerintahkan sang semut untuk menggapai rumput tersebut. Sang semut meraih rumput tersebut setelah meraihnya sang burung langsung memindahkan rumput tersebut ke tanah.

Sang burung berkata kepada sang semut “apa kau tidak apa-apa tuan semut?”

sang semut menjawab “aku baik-baik saja, terimakasih sekali sudah menolongku mungkin aku sudah tenggelam jika tidak ditolong olehmu burung kakaktua yang anggun.”

sang kakaktua berkata “sama-sama tuan semut.”

sang semut bertanya kepada sang kakaktua “sedang apa kau disini tuan kakaktua?”

sang kakaktua menjawab “aku sedang minum, terik matahari ini membuatku haus sekali, sekarang aku sudah minum dan aku akan istirahat di pohon itu sejenak karena kalau istirahat di tanah seperti ini akan membuatku menjadi sasaran empuk hewan-hewan pemburu.”

sang kakaktua terbang lalu bertengger di sebuah dahan, dia beristirahat sejenak dan sang semut kembali ke kelompoknya dia menceritakan peristiwa yang menimpanya dan kakaktua yang menolongnya.

Ketika sang kakaktua sedang beristiharat seseorang datang dengan membawa sebuah ketapel di tangannya, dia melihat kakaktua berbulu hitam dan berjambul merah itu sedang bertengger membelakangi dirinya, segera dia mengambil batu dari sakunya dan menempelkannya di ketapel miliknya, dia mengincar burung kakaktua tersebut.

Disisi lain semut yang telah ditolong kakaktua melihat orang yang membawa ketapel tersebut, sang semut melihat orang itu mengincar sang burung segera dia menggigitnya dengan keras, semut itu memiliki racun yang mampu membuat rasa sakit yang sesaat hingga orang tersebut tidak jadi melepaskan batu dari ketapelnya. sang semut kini meminta bantuan kepada teman-temannya untuk menggigit orang tersebut lalu teman-teman semut itu mulai berdatangan dan satu persatu para semut mulai menggigitnya hingga orang tersebut lari dari tempat itu. Sang kakaktua mendengar suara orang yang kesakitan dan berlari tersebut, sadar akan bahaya yang mengancamnya sang burung kakaktua terbang tinggi menghindari orang yang akan menangkapnya.

Pesan moral dari Cerita Burung Kakaktua dan Seekor Semut Tataman adalah perbuatan baik akan mendatangkan pertolongan kebaikan pada masa yang akan datang. Selain itu saling membantu orang lain disaat kesusahan merupakan suatu hal yang baik dan pasti akan dibalas oleh Allah dikemudian hari.




#GrabYourImagination
#KuliahBunsayIIP
#Level10
#MembangunKarakterAnakMelaluiDongeng
#Tantangan10Hari

Kamis, 25 Juli 2019

MENDONGENG KREATIF 16
"Hikmah di Balik Musibah "


Allah menciptakan hambanya dengan perbedaan hidup. Setiap individu mempunyai potensi yang berbeda-beda. Potensi akan datang dan berkembang jika kita mengembangkan dan mengerti arti dari potensi yang sesungguhnya. Bakat dan kreativitas anak muncul atas bimbingan orangtua.

Anak usia dini adalah anak yang mampu mengembangkan bakat dan minatnya secara cepat dan baik. Hal ini dikarenakan otak pada anak usia dini sangatlah baik dan berkembang dengan cepat. Anak usia dini adalah anak yang golden age, artinya otak anak berkembang sangat baik. Jika orangtua memberikan asupan dan stimulasi berupa seni dan kreatifitas maka anak lebih berkembang dalam bidang perkembangannya.

Bakat dan kreativitas muncul dengan baik di diri anak sejak ia kecil. Melalui kebiasaan yang diajarkan orangtua di setiap kegiatan. Yaitu kegiatan yang berlangsung aktif dan kreatif agar anak tertarik dan mau mengerjakan kegiatan yang menurutnya bermanfaat dan menyenangkan bagi mereka. Sebaiknya pun pembelajaran dilakukan dengan berbagai media yang baik dan menarik.


Bakat dan kreativitas akan muncul dengan baik dengan bantuan beberapa model pembelajaran. Jenis model pembelajaran dapat berupa mendongeng, berceramah, berdiskusi, bereksperimen dan lain sebagainya. Akan tetapi biasanya hal yang paling membuat anak bahagia dan selalu berimajinasi adalah ketika kita bercerita atau mendongeng. Orangtua dapat menggunakan model mendongeng untuk di jadikan petuah atau motivasi anak-anak. Dengan mendongeng mereka mampu mengutarakan pendapatnya dan menceritakan hasil imajinasinya. Bahkan metode mendongeng dapat digunakan untuk menyentuh hati para anak usia dini untuk belajar sabar dan ikhlas. Karakter ini lumayan sulit untuk diajarkan. Karena anak masih belum dapat memahami apa itu sabar dan ikhlas karena keduanya adalah pekerjaan hati yang tidak cukup hanya dengan memberitahukannya ataupun dengan role model.

Kebetulan hari ini kakak Aqila kehilangan sepatunya di sekolah. Usai melaksanakan kegiatan belajar sholat di masjid sekolah, sepatunya sudah tidak ada. Namun ada sepasang sepatu yang tersisa, tapi itu bukanlah miliknya. Bu guru yang menyampaikan kepada saya tentang sikap kakak Aqila yang murung setelah kehilangan sepatunya. Namun bu guru berjanji untuk mencari dan mendapatkannya lagi setelah mengecek ulang sepatu yang mirip dengan milik kakak Aqila. Meskipun bu guru telah menyampaikan demikian, tetap saja kakak Aqila merasa sedih dan murung. Maka saya mencoba untuk menghiburnya dengan bercerita tentang hikmah dibalik musibah. Mari simak kisah berikut ini.


Ada sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, dan seorang anak laki-laki yang masih remaja. Keluarga itu memelihara seekor kuda jantan yang sangat gagah. Kuda itu adalah sahabat baik si anak laki-laki.

Suatu ketika, kuda jantan itu tiba-tiba hilang. Hal itu membuat si anak laki-laki menjadi sangat sedih. Anak laki-laki itu sudah mencari ke mana-mana, tapi kudanya tak juga ditemukan. Berhari-hari, anak laki-laki hanya melamun. Ia tidak bersemangat untuk bekerja. Bahkan, makan pun terasa malas.

"Sudahlah, Nak. Ikhlaskan kuda kita yang telah hilang," bujuk Ayah kepada anak laki-lakinya. Namun, anak laki-laki itu tak bisa begitu saja mengikhlaskan kudanya.

Esok harinya, anak laki-laki itu melihat kuda jantannya sudah berada di depan rumah. Ternyata, kuda jantan itu tidak sendirian. Ia membawa pulang kuda betina. Alangkah senangnya anak laki-laki itu, karena ia kini mempunyai kuda baru.

"Kamu sungguh beruntung. Kudamu yang hilang, ternyata pulang membawa kuda baru. Sekarang kamu memiliki dua kuda," ucap salah satu tetangga yang melihat kedatangan kuda.

Saking senangnya, anak laki-laki itu jadi ingin menaiki kuda betina tersebut. Ketika ia berusaha menaiki punggung kuda betina, tiba-tiba...

Brukk!!

Kuda betina mengamuk. Kuda betina itu memang masih liar, tidak seperti kuda jantan miliknya yang sudah jinak. Anak laki-laki itu pun terkena tendangan kuda betina dan jatuh tersungkur.

"Kuda betina itu tampaknya masih liar. Tidakkah kamu berhati-hati, Nak?" tanya Ayah.

"Aku hanya terlalu senang, Ayah. Maafkan aku," kata anak laki-laki itu.

Karena kakinya terluka, ia hanya bisa berbaring di tempat tidur. Padahal anak laki-laki itu harus mengirimkan begitu banyak barang dan beberapa uang hari ini juga kepada saudaranya yang tinggal jauh darinya. Anak laki-laki itu sangat sedih dan menyesal karena tidak berhati-hati sehingga menjadi sakit.

Ditengah kesedihannya itu, tiba-tiba datang berita bahwa ada seseorang yang kerampokan di jalan pada hari ini. Semua uang, barang, harta dan kudanya dibawa lari oleh si perampok. Tak cukup hanya itu, ternyata seseorang yang kerampokan itu harus meregang nyawa karena ditusuk pisau di bagian perutnya.


"Kita sungguh beruntung. Karena kamu sedang sakit, kamu tidak perlu melakukan perjalanan menuju rumah saudaramu. Ayah tidak bisa membayangkan jika kamu harus mengalami hal yang sama seperti itu. Ayah pasti akan sangat sedih karena kehilanganmu," ujar sang Ayah.

"Mungkin ini hikmah dari Tuhan, Ayah," sahut anak laki-laki.

Sungguh, mereka tak pernah merasa seberuntung ini. Sejak saat itu, keluarga itu selalu bersyukur atas apa yang diberikan Tuhan. Mereka pun yakin bahwa setiap musibah yang datang, selalu ada hikmah di baliknya.

Pesan moral dari cerita  Hikmah di Balik Musibah adalah selalu ada hikmah di balik setiap peristiwa. Apa pun yang kita alami, terimalah dengan lapang dada dan tetap bersyukur.



#GrabYourImagination
#KuliahBunsayIIP
#Level10
#MembangunKarakterAnakMelaluiDongeng
#Tantangan10Hari

Rabu, 24 Juli 2019

MENDONGENG KREATIF 15
"Ibu Yang Baik Hati Dan Seekor Angsa"


Ada hal yang kakak Aqila takuti pada binatang bernama angsa. Ia hampir-hampir tak mau lagi melewati sebuah rumah yang memelihara angsa.Memang ada pengalaman kakak Aqila yang tidak menyenangkan tentang angsa. Suaranya yang melengking, matanya yang menatap tajam dan kebiasaannya mengejar dengan paruh yang siap menerkam siapa saja yang mengusiknya menjadi momok tersendiri bagi kakak Aqila.

Meskipun begitu, kakak Aqila tetap ingin mengenal binatang yang berparuh kuning ini. Beberapa kali ia bertanya tentang cara hidup angsa dan cara berkembangbiaknya. Atau ia bercerita tentang gambar-gambar angsa miliknya. Kecenderungannya yang naturalis tentu saja tak boleh pupus hanya karena rasa takutnya terhadap angsa. Maka hari ini saya berinisiatif untuk bercerita tentang angsa. Kusampaikan kepadanya bahwa ada suatu negeri bernama Skotlandia yang sangat menyayangi angsa karena dianggap membawa keberuntungan. Namun, tentu saja tujuannya bukan untuk mempercayai nilai keberuntungan pada seekor angsa melainkan sebuah nilai tentang menyayangi makhluk ciptaan Allah.

Pada suatu hari, seorang ibu muda yang baik sedang mencari tanaman obat untuk anaknya di sebuah padang rumput. Saat sibuk menyibak-nyibakkan rumput, ia mendengar bunyi gemerisik. Ia mendekati suara itu dan menemukan seekor angsa terbaring Iemah di tanah. Mata angsa itu mengedip perlahan-lahan dan paruhnya sesekali terbuka.

"Ah, angsa yang malang. Kasihan sekali," katanya sambil membawa pulang angsa dengan hati-hati.

Di rumah, ibu muda menaruh angsa dekat perapian agar hangat. la memeriksa angsa dan menemukan salah satu sayapnya terluka. Selain itu, angsa juga kelaparan. Sejak saat itu, ibu muda merawat angsa di rumahnya dengan penuh perhatian.

Semakin hari, kesehatan angsa semakin membaik. Ajaibnya, saat angsa semakin membaik, anaknya yang sakit juga ikut membaik.

Suatu hari, angsa akhirnya sembuh sepenuhnya. la bisa berjalan-jalan di dalam rumah dan mulai mengepak-ngepakkan sayapnya yang lebar.

Esoknya, angsa sudah siap untuk terbang lagi. ibu muda membukakan pintu rumah dan mempersilakan angsa itu terbang.

Saat angsa terbang ke angkasa. Ibu muda dikagetkan sapaan seseorang, "Ibu, aku lapar!"

Ternyata anaknya telah bangun dari tidurnya. Ia telah sehat sepenuhnya. Ibu muda sangat gembira mendengar suara anaknya. Ternyata, angsa telah memberi keberuntungan kepada ibu muda itu, yaitu anaknya sembuh. Sampai kini, orang Skotlandia menganggap angsa sebagai burung yang membawa keberuntungan.

Pesan Moral dari Dongeng ini adalah Berbuatlah baiklah kepada semua makhluk Tuhan. Orang yang herbuat baik akan mendapatkan kebahagiaan.


#GrabYourImagination
#KuliahBunsayIIP
#Level10
#MembangunKarakterAnakMelaluiDongeng
#Tantangan10Hari

MENDONGENG KREATIF 14
"Dua Anjing Yang Tersesat"


Pada dasarnya, semua orangtua bisa mendongeng untuk anak. Hanya saja memang harus sedikit mengurangi rasa malas. Orang Tua sehabis bekerja kan bisa cerita apa saja. Banyak cerita dongeng yang bisa dibaca dan diceritakan. Tentu orangtua tahu cerita apa yang terbaik untuk anaknya.

Mengajak anak-anak berinteraksi sebelum mendongeng bukan tanpa alasan. Dengan mendekati anak-anak sebelum mendongeng seperti bermain games terlebih dahulu akan membuat anak ikut berpartisipasi dalam dongeng. Karena kalau langsung mendongeng dan  tidak ada pendekatan lebih dulu kepada khawatirnya anak-anak hanya akan mendengar saja. Ia tidak terlibat dalam proses mendongeng. Padahal Mendongeng itu adalah menyampaikan pesan ke anak-anak lewat cerita. Sehingga anak-anak perlu diajak terlibat dalam proses mendongeng. Selain mereka akan senang, nilai-nilai kebaikan yang diharapkan dari sebuah cerita akan mudah merasuk ke dalam jiwa anak.

Apapun bisa menjadi bahan dan media mendongeng. Bahan mendongeng saya kali adalah berangkat dari pengalaman hari ini saat kakak Aqila pulang sekolah. Karena letak sekolah agak jauh dari rumah, sehingga perlu diantar jemput. Namun, biasanya ada seseorang menawarkan untuk pulang bersama. Dan orang itu tentu saja tidak dikenalnya. Namun ia tetap harus bersama dalam penjagaan ibu gurunya hingga saya benar-benar datang menjemputnya. Maka tentu saja ada hal penting yang harus diketahui oleh kakak Aqila yaitu jangan mudah percaya kepada orang yang tidak dikenal dan harus berhati-hati terhadap orang yang tidak dikenal. Berharap hal ini dipahami oleh kakak Aqila, saya pun memilih metode mendongeng untuk menyampaikan hal itu melalui kisah berikut ini.

Dua ekor anak anjing sedang bermain-main. Mereka saling berkejaran hingga tak sadar bahwa mereka sudah terlalu jauh masuk ke dalam hutan,

Sementara itu, hari sudah semakin sore.

"Bagaimana ini sebaiknya? Apa kita pulang saja? Sebentar lagi akan gelap," ujar anjing pertama.

"Sebaiknya kita pulang. Aku tidak mau ibu khawatir dengan keadaan kita.” balas anjing kedua.

Rupanya percakapan mereka didengar oleh Serigala. Serigala itu berniat untuk memangsa kedua anak anjing. Tetapi, kaki Serigala itu baru saja terkilir. Ia tak mungkin kuat melawan anjing anjing tersebut. Maka Serigala kemudian mendekati kedua anak  anjing itu dan berpura-pura baik.

"Lebih baik kalian bermalam saja dulu di rumahku. Rumahku sangat nyaman. Besok pagi baru kalian pulang. Kalau malam begini banyak binatang buas yang berkeliaran," bujuk Serigala.

"Kalian tahu kan, nenek moyang kita masih sama," lanjut Serigala."Jadi tenang saja, aku tak mungkin mencelakai kalian. Kalian masih saudaraku,"
Anjing pertama tergiur dengan bujukan Serigala.Tapi tidak dengan anjing kedua. Ia tahu bahwa serigala memiliki watak yang sangat licik.

"Benar juga yang kau katakan, Serigala," ujar anjing pertama.

Anjing kedua segera mendekati anjing pertama. Ia meminta anjing pertama untuk tidak percaya begitu saja kepada Serigala.

"'Kau jangan tergiur dengan perkataan manis Serigala," bisik anjing kedua kepada anjing pertama. ""Kau lihat, kaki Serigala sedang sakit. Makanya ia tak berani menerkam kita. Tapi jika kita pergi ke rumahnya, aku yakin dia dan saudara-saudaranya akan mencelakai kita."

“Jadi bagaimana? Apa kalian jadi menginap di rumahku?" tanya Serigala, penuh harap.

Anjing pertama akhirnya sadar setelah dibujuk anjing kedua. Kedua anjing berkata kepada Serigala bahwa mereka memutuskan untuk segera pulang. Mereka akan saling menjaga agar terhindar dari bahaya. Tentu saja Serigala merasa kecewa karena tak berhasil mendapatkan buruannya.

Pesan moral dari dongeng ini adalah jangan mudah percaya dengan orang yang belum kita kenal.




#GrabYourImagination
#KuliahBunsayIIP
#Level10
#MembangunKarakterAnakMelaluiDongeng
#Tantangan10Hari

Selasa, 23 Juli 2019

MENDONGENG KREATIF 13
"Serigala Yang Bodoh"



Tak terasa setelah konsisten beberapa hari mendongeng, rupanya hal ini menjadi kebiasaan yang waktunya sangat dinantikan oleh kakak Aqila. Baik sebelum tidur ataupun di moment-moment tertentu dimana saya sering mengaitkan beberapa kejadian dengan mendongeng. Bahkan terkadang saya juga harus pandai meramu cerita sendiri untuk menyesuaikan situasi yang sedang berlangsung dengan isi cerita . Keterkaitan keduanya ini harus ada. Sehingga anak akan lebih mudah menyerap pesan-pesan kebaikan yang terkandung dalam isi cerita serta harapan orangtua akan perubahan sikap anak. Dan tak jarang saya kehabisan ide cerita, sehingga saya harus mengadopsi beberapa cerita yang saya ketahui atau yang pernah saya dengar untuk saya ceritakan kembali kepada si kecil.

Hari ini pun saya mengadopsi sebuah cerita tentang serigala yang bodoh. Yang tidak menggunakan akalnya sehingga kehilangan kesempatan terbaiknya untuk memperoleh makanan. Yang sama hal nya harus dilakukan oleh manusia. Manusia juga harus pandai mengelola diri dan menggunakan akal untuk memanfaatkan sebaik mungkin kesempatan yang didapatkan. Serta tidak menyiakan waktu yang ada untuk segera bertindak. Seperti apakah kisahnya? Mari simak kisah serigala berikut ini.

Suatu hari Serigala bertemu dengan seekor kuda. Kuda itu terjebak dalam kubangan lumpur. Serigala itu hendak memangsa kuda.

"Kalau kau mau memakanku, lebih baik kau keluarkan aku dulu dari lumpur ini. Dengan begitu, seluruh dagingku bisa kau nikmati," ujar Kuda.

Serigala lalu berpikir. Benar apa yang dikatakan Kuda. Maka kemudian ia mencari seutas tali, lalu menarik Kuda dari kubangan lumpur. Namun ketika Kuda sudah keluar dari lumpur dan Serigala bersiap-siap untuk memangsa Kuda, Kuda memberikan saran.

"Kau lihat, tubuhku penuh dengan lumpur. Lebih baik kau bersihkan dulu tubuhku dari lumpur ini. Dagingku tidak akan enak jika bercampur dengan lumpur," ujar Kuda.

Serigala pun membawa kuda ke sungai. Ia membersihkan tubuh Kuda dari lumpur yang mengotorinya. Setelah tubuh Kuda bersih, Serigala pun bersiap memangsa Kuda.

"Kau boleh memangsaku.Tetapi, ada sesuatu di kakiku. Tolong lihatlah dulu sebentar. Jika kau tak mengambilnya, aku akan teriak saat kau makan karena kesakitan," ucap Kuda.

Serigala lalu memeriksa kaki belakang Kuda. Tanpa membuang-buang waktu, Kuda langsung menendang Serigala hingga pingsan. Kemudian Kuda pun pulang dengan selamat.


Saat Serigala terbangun, ia sungguh kesal. Rupanya Kuda telah membodohinya. Serigala pun berjalan pulang sambil menahan rasa jengkel. Dan dia melihat anak domba di semak-semak. Anak domba itu sepertinya ketakutan.

"Kebetulan sekali, aku sedang lapar. Kau akan kumakan sekarang," cetus Serigala.

"Jangan makan aku di sini. Lebih  baik kau memakanku di tempat yang aman. Atau kau akan ketahuan oleh majikanku," kata Anak Domba.

Serigala membenarkan perkataan Anak Domba. Kemudian ia pun membawa Anak Domba ke rumahnya. Dalam perjalanan, Anak Domba menawarkan diri agar Serigala naik ke punggungnya.

"Agar kau tak terlalu lelah," tawar Anak Domba.

Serigala setuju. Ia merasa senang sekali. Kemudian ia pun naik ke punggung Anak Domba. Udara yang sejuk membuat matanya mengantuk. Lama-kelamaan Serigala tertidur di punggung Anak Domba.

Dan saat Serigala terbangun, ia sangat kaget. Dirinya dikelilingi oleh manusia. Rupanya Anak Domba membawanya ke perkampungan penduduk. Sungguh hari yang sial bagi serigala. Penduduk pun memukuli Serigala. Serigala lari dengan cepat. Tetapi, tubuhnya sudah penuh dengan luka.
"Ah, bodoh sekali aku. Rupanya kuda dan anak domba itu telah membodohiku,"dengus Serigala.

Namun, meskipun ia meratapi kebodohannya, ia tidak akan mendapatkan kuda dan anak domba kembali. Kini, ia harus berlatih siasat agar tak tertipu kembali.

Pesan moral dari Dongeng ini adalah obat kebodohan adalah belajar. Jadi, belajar yang rajin, ya.



#GrabYourImagination
#KuliahBunsayIIP
#Level10
#MembangunKarakterAnakMelaluiDongeng
#Tantangan10Hari

Senin, 22 Juli 2019

MENDONGENG KREATIF 12
"Nasib Si Monyet Yang Jahil"


Si kakak Aqila hari ini minta dibuatkan gambar monyet. Tapi sayang, saya tak mahir menggambar. Coba buka- buka buku untuk mendapatkan gambar monyet yang bisa ditiru. Lumayanlah meski meniru akhirnya gambar monyetnya jadi juga. Sebelum gambarnya diwarnai, saya sempatkan untuk bercerita tentang perilaku hewan monyet yang jahil. Nah...jadi asyik deh dengerin ceritanya. Penasaran seperti apa ceritanya? Yuk simak kisahnya berikut ini.

Di sebuah hutan, monyet asyik berlompatan di antara dahan pohon. Tiba-tiba, ekornya terkena duri. Ia berusaha mencabutnya, tapi tidak bisa.

Monyet lalu pergi menemui tukang cukur. "Tukang cukur, ekorku tertusuk duri. Tolong cabutkan, nanti aku bayar!" kata monyet.

Tukang cukur segera mencabut duri di ekor monyet menggunakan pisau cukur. Ia berhasil mencabut duri. Tapi, tanpa sengaja ujung ekor monyet ikut terpotong.

Monyet marah, "Tukang cukur, kembalikan ekorku atau berikan pisau cukurmu!" Karena tukang cukur tidak bisa mengembalikan ekor monyet, ia pun memberikan pisau cukurnya.

Di jalan, monyet bertemu seorang wanita tua yang sedang memotong kayu bakar. "Nenek, pakailah pisau cukurku agar engkau mudah memotong kayu," kata monyet.

Wanita tua itu mengambil pisau cukur dan memotong kayu dengannya. Tapi, pisaunya patah. Monyet berteriak, "Nenek, kau mematahkan pisau cukurku! Kau harus ganti atau berikan kayu bakarmu padaku!" Si nenek pun terpaksa menyerahkan kayu bakarnya.

Setelah itu, monyet main ke sebuah pasar. Ia melihat seorang ibu sedang memanggang kue.

"Ibu, kayu bakarmu mulai habis. Pakailah kayu bakarku untuk memanggang kuemu," kata monyet.

Ibu itu mengambil kayu bakar monyet dan menggunakannya sampai habis. Monyet marah, "Ibu, kau telah menghabiskan kayu bakarku! Sekarang kau harus berikan seluruh kuemu!"

Ibu itu tidak punya pilihan lain. Ia memberikan seluruh kuenya. Monyet pun membawa kue itu pulang. Tapi, di pinggir hutan, ia diserang dan digigit anjing sampai mati. Akhirnya anjing menikmati kuenya. Itulah nasib monyet yang jahil.

Pesan moral dari Cerita ini adalah jangan suka menipu dan menjahili orang karena menginginkan sesuatu, lebih baik katakanlah dengan jujur apa permintaanmu.

#GrabYourImagination
#KuliahBunsayIIP
#Level10
#MembangunKarakterAnakMelaluiDongeng
#Tantangan10Hari

Minggu, 21 Juli 2019

MENDONGENG KREATIF 11
"Kambing Tua Penakluk Singa"



Guna dapat mencapai tujuan mendongeng dalam rangka mengembangkan
berbagai potensi anak usia dini, langkah pertama yang harus dilakukan
adalah memiliki dongeng. Tujuan pertama memilih bahan mendongeng merupakan hal yang sangat penting. Hal ini berkaitan dengan kenyataan jika bahan mendongeng yang dipilih sudah bosan didengar anak atau tidak menarik bagi anak, maka proses pengemasannya pun akan lebih sulit. Hal yang lebih
dikhawatirkan adalah anak tidak akan tertarik untuk menyimak dongeng tersebut
lebih lanjut.

Tujuan kedua lebih diorientasikan pada isi dongeng. Isi dongeng yang baik
haruslah bermuatan moral, pengetahuan, dan ilmu bagi anak. Melalui isi dongeng
inilah nantinya anak diharapkan beroleh berbagai pengaruh positif sehingga akan
mencapai berbagai kematangan sesuai dengan standar perkembangan mereka.
Lebih lanjut isi dongeng juga haruslah sesuai dengan latar belakang anak agar
isinya lebih mudah dipahami dan lebih bermakna bagi anak.

Isi sebuah dongeng juga hendaknya harus dipertimbangkan bagi kemungkinannya merangsang kreativitas anak. Dongeng yang baik hendaknya dapat ditindaklanjuti dengan berbagai aktivitas lanjutan yang bertemali dengan berbagai aspek perkembangan anak. Melalui isi dongeng yang demikian kejenuhan dan kemonotonan dalam mendongeng akan bisa dihindari.

Hari ini kakak Aqila dapat menceritakan kembali kepada temannya demgan bahasa yang sederhana tentang sebuah dongeng yang pernah saya ceritakan kepadanya. Karena ia sangat suka dengan cerita ini, ia meminta diceritakan berulang-ulang kali. Hingga ia hafal rangkaian cerita dan sesekali ia memainkan perannya. Seperti apakah kisahnya? Mari simak kisahnya berikut ini.

Seekor singa datang ke sebuah desa dan membunuhi hewan ternak di sana. Kambing tua mengadakan pertemuan dengan hewan ternak lain. "Kita harus menghentikan singa. Aku punya rencana untuk mengusir singa dari sini," kata kambing tua.

Lalu, kambing tua berbaring di pinggir jalan di dekat sebuah gua. Jenggotnya menjuntai ke tanah dan tanduknya menekuk ke dalam. Tidak lama kemudian, singa datang.

"Akhirnya datang juga," kata kambing tua.

"Apa maksudmu?" kata singa kebingungan

"Aku telah lama berbaring di sini. Aku telah melahap 100 gajah, 100 harimau, 100 serigala, dan 99 singa. Aku menginginkan satu singa lagi untuk menggenapkan jumlah singa yang kumakan. Telah lama aku menunggumu," kata kambing tua sambil menggerakkan tanduk dan jenggotnya.

Lalu, kambing tua bergerak seolah hendak menerkam singa. Singa berpikir, "Binatang ini mirip kambing, tapi ia tidak berbicara seperti kambing. Aku sebaiknya pergi."


Singa mulai mundur. "Jangan. Jangan makan aku," singa ketakutan.

Kambing perlahan mendekati singa dan berkata, "Apakah kau akan kembali ke sini besok?"

"Tidak," jawab singa mulai takut.

"Apakah aku akan melihatmu lagi di sini?" tanya kambing tua..

"Aku tidak akan berkeliaran di sekitar sini lagi," kata singa, lalu Ia terbirit-birit ke dalam hutan.

Sejak saat itu, singa tidak pernah kembali lagi ke desa itu dan seluruh hewan ternak hidup aman. "Kecerdikan kambing tua telah menyelamatkan banyak hewan ternak," kata hewan ternak memuji kambing tua.

Pesan moral dari Cerita Dongeng ini adalah pakailah akalmu untuk mengatasi permasalahan. Jangan takut menghadapi rintangan yang berat. Apabila berat, bekerjasamalah dengan temanmu untuk menyelesaikan masalah.



#GrabYourImagination
#KuliahBunsayIIP
#Level10
#MembangunKarakterAnakMelaluiDongeng
#Tantangan10Hari

Sabtu, 20 Juli 2019

MENDONGENG KREATIF 10
" Indahnya Daun Berkat Akar "


Isi sebuah dongeng tidak selalu hal yang bersifat imajinatif dan fiksional.
Sebuah dongeng juga dapat berisi muatan sains, matematis, kewarganegaraan,
maupun ilmu pengetahuan yang lain. Bertemali dengan isi dongeng yang
diperdengarkan kepada anak usia dini ini, mendongeng sebenarnya akan efektif
untuk digunakan mengembangkan aspek kognitif anak.

Bahkan bukan hal yang tidak mungkin kemampuan kognitif anak akan lebih
berkembang melalui dongeng. konsep semacam ini dalam pandangan
pembelajaran orang dewasa dikenal dengan istilah pembelajaran literasi berbasis konten area/ pembelajaran multiliterasi. Sejalan dengan beberapa fungsi mendongeng di atas, kegiatan
mendongeng seyogyanya masih harus tetap dijadikan sebagai sarana
pengembangan anak usia dini. Dalam praktiknya nanti, kegiatan ini sangat

mungkin untuk dipadukan dengan berbagai media baik media yang bersifat
sederhana sampai media berbasis multimedia digital. Keberhasilan mendongeng dalam mengembangkan kemampuan anak usia dini kembali akan berpulang pada kreativitas dan daya juang orang tua membangun pendidikan anak usia dini yang harmonis, bermutu, dan bermartabat.


Indahnya Daun Berkat Akar

Di sebuah padang rumput, terdapat sebatang pohon rindang yang cantik, penuh dengan dedaunan yang hijau dan segar. Keluarga singa berteduh di bawah pohon itu. Burung berkicau dengan merdunya di antara dedaunan.

Daun pohon itu sangat bangga dan merasa sangat dibutuhkan. "Kami memayungi rumput-rumput hijau yang kepanasan," bisik daun.

"Kami menjadi baju bagi pohon sehingga pohon jadi hijau dan segar. Pohon akan kering dan gersang tanpa kami. Pengembara yang kecapaian dan singa yang gagah juga berterima kasih pada kami. Burung menitipkan anak-anaknya pada kami," katanya lagi.

"Apa yang kau katakan itu benar. Tapi, kau sebaiknya jangan lupakan kami," kata sebuah suara dari dalam tanah.

"Karena kami pun sangat penting untukmu," kata suara dalam tanah itu lagi.

"Siapa engkau? Di mana kau berada?" tanya daun.

"Kami adalah akar. Kami terkubur dalam tanah. Tapi, kamilah yang memberi makan batang pohon hingga membuatmu bisa tumbuh. Segala kecantikan yang kau miliki adalah berkat kami. Kami memang tidak secantik kamu. Kami memang hidup dalam tanah yang kotor, tapi kami tidak mati sepertimu. Musim dingin tidak membuat kami mati. Tapi, saat musim gugur, kau akan mati," kata akar.

Daun terdiam dan berpikir. Akhirnya, ia meminta maaf pada akar karena telah sombong. Daun juga berterima kasih pada akar karena telah memberinya kehidupan.

Pesan Moral dari Cerita Dongeng Luar Negeri Terbaik adalah jangan suka menyombongkan diri sendiri. Kamu tidak dapat hidup tanpa orang lain. Jadilah anak yang rendah hati dan banyak bersyukur.

#GrabYourImagination
#KuliahBunsayIIP
#Level10
#MembangunKarakterAnakMelaluiDongeng
#Tantangan10Hari

Kamis, 18 Juli 2019

MENDONGENG KREATIF 9
"Tikus Pun Bisa Menolong Singa"


Mendongeng dipandang hampir tidak memiliki keterkaitan dengan perkembangan fisik motorik anak. Namun demikian, kegiatan kreatif mendongeng
sebenarnya memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan fisik motorik anak. Hal
ini dapat dilakukan jika orangtua secara kreatif memadukan kegiatan mendongeng
dengan kegiatan bermain peran atau kegiatan bermain lain pasca mendongeng.
Berdasarkan hal ini bukan tidak mungkin jika mendongeng dapat juga digunakan secara kreatif untuk mengembangkan fisik motorik pada anak usia dini.

Kegiatan mendongeng yang saya lakukan bersama kakak Aqila memang seringkali sambil beraksi bermain peran. Apapun bisa menjadi medianya. Saat sambil tidur-tiduran pun saya menggunakan peraga boneka jari atau kain flanel yang kami buat dengan bentuk binatang atau bunga. Setelah mendongeng pun terkadang kakak Aqila ingin memainkan peran salah satu tokoh yang baru saja diceritakan. Biasanya si dia akan memilih peran dari tokoh yang baik dan ibu sebaliknya. Meskipun sangat sederhana tapi justru kegiatan mendongeng ini menjadi sangat seru dan menarik. Bahkan dapat menimbulkan kesan yang sangat membekas di hati si kecil. Karena mendampingi dan mendidik anak berarti membangun kebiasaan dan membuat kenangan yang akan selalu diingat anak di masa depannya.

Kebetulan hari ini kami melihat kucing peliharaan kami menangkap sebuah tikus yang besar dan dibawa kesana -kemari. Yang membuat seisi rumah menjadi heboh berteriak histeris. Apalagi kakak Aqila yang sangat geli melihat tikus yang sedang bersungut dan bergeliat hendak melepaskan diri dari cengkeraman sang kucing.

" ibu, lihat tikusnya dimakan kucing." Ujarnya sambil menunjuk ke arah kucing yang sedang membawa lari tikus.

" iya begitulah, salah satu manfaat memelihara kucing itu menjadikan rumah kita bebas tikus dan gabah di belakang iti jadi aman deh nggak dimakan tikus." Jawabku sekenanya.

" aha..berarti tikus itu makanan kucing kan bu? Kita nggak perlu kasih makan kucing lagi dong." Katanya.

" ya bukan begitu, kan gak tiap hari kucingnya dapat tikus. Lagian kita punya kewajiban memberi makan hewan peliharaan loh..kalau nggak dikasih makan, itu berarti kita zolim sama kucing" jelasku.

" hehehe...kucing itu kan manis, lucu banyak manfaatnya lagi. Gak kayak tikus ya bu? Udah jelek, kotor bau lagi. Apa manfaatnya tikus. Makanya nggak ada orang yang mau pelihara tikus kan bu?"

" lhaaa...kok jadi gitu? Setiap makhluk yang diciptakan Allah itu pasti ada maksudnya. Jadi bukan berarti nggak ada manfaatnya. Pasti ada sesuatu sebagai pelajaran buat manusia. Supaya kita berpikir kak."

Karena kejadian ini, membuat saya teringat akan sebuah dongeng yang berasal dari yunani. Yaitu kisah tentang seekor tikus yang dapat menyelamatkan singa. Setelah usai mendongeng, kami pun memainkan perannya. Kakak Aqila menjadi singa dengan kegagahan dan aumannya yang menggelegar sedangkan ibu yang berperan menjadi tikus kecil dengan suara yang berdecit. Seperti apa kisahnya? Mari simak kisah berikut ini.

Singa tidur nyenyak di bawah sebuah pohon rindang. Tikus berlari melewati muka singa.

Singa kaget dan terbangun. la marah sekali karena tikus telah mengganggu tidurnya. la menangkap tikus dengan cakarnya.

"Mengapa kau berjalan di wajahku dan mengganggu tidurku? Kau akan menerima akibatnya," kata singa sambil membuka menginjak ekor tikus

"Oh, jangan bunuh aku, Tuan Singa!" mohon tikus.

"Aku tidak bermaksud mengganggu tidurmu. Lepaskan aku. Aku janji tak akan mengganggumu lagi," kata tikus.

“Tidak, aku tidak akan melepaskanmu," kata singa.

"Aku mohon lepaskan aku," teriak tikus yang ketakutan.

"Jika engkau melepasku, aku akan menolongmu suatu saat," kata tikus.

Singa tertawa terbahak-bahak dan berkata, "Kau menolongku. Lucu sekali. Bagaimana binatang sekecil kau bisa menolong raja hutan seperti aku? Tapi baiklah, engkau cuma makhluk kecil. Memakanmu juga tidak membuatku kenyang. Aku lepaskan kau. Tapi, jangan sampai aku melihatmu lagi di sini." Tikus pun dilepaskan.

"Terima kasih, Singa yang baik. Aku tidak akan melupakan kebaikanmu," kata tikus.

Suatu hari, singa terjebak dalam perangkap pemburu. Pemburu mengikat singa di sebuah pohon. Setelah itu, ia pergi mengambil gerobak untuk mengangkut singa.

Singa mengaum keras sekali hingga menggetarkan bumi. Tikus kecil pun mendengar auman singa, "Singa pasti dalam kesulitan. Aku akan menolongnya," kata tikus.

Tikus mendapati singa terikat di sebuah pohon. "Tenang, Tuan Singa. Aku akan menolongmu. Aku sudah berjanji akan menolongmu," kata tikus.

Tikus mengerat (menggigit) tali yang mengikat singa. Lama sekali tikus melakukan itu. Akhirnya, singa terbebas sebelum si pemburu kembali. Benar saja, tikus yang kecil bisa juga menolong singa yang besar.

Pesan moral dari cerita ini adalah tolonglah orang yang membutuhkan pertolongan maka kamu akan dibantu saat menghadapi kesulitan. Makhluk yang kecil, belum tentu tidak berguna. Kemudian tepatilah janji yang sudah kau ucapkan.

#GrabYourImagination
#KuliahBunsayIIP
#Level10
#MembangunKarakterAnakMelaluiDongeng
#Tantangan10Hari

Rabu, 17 Juli 2019

MENDONGENG KREATIF 8
"Gagak Yang Sombong"


Keterampilan sosial emosional merupakan salah satu standar perkembangan yang penting dipenuhi oleh anak usia dini. Keterampilan ini berhubungan erat dengan kontrol diri, motivasi, sikap, percaya diri, empati, sosial, kerja sama, dan berbagai keterampilan sosial emosional lainnya.


Berkaitan dengan hal ini, mendongeng baik dari segi isi maupun segi tindak lanjut kreatif sangat memungkinkan digunakan untuk membangun dan memupuk keterampilan sosial emosional anak usia dini. Karena perlu kita ketahui bersama bahwa dongeng dapat secara paripurna membentuk kesadaran sosial anak dan
lebih lanjut mampu membina emosional anak.

Sehingga saat mendongeng, selain kita menyampaikan pesan moral yang terdapat dalam sebuah cerita sebaiknya kita juga mengaitkan dengan kehidupan nyata anak. Kita perlu menghubungkan sifat, karakter atau sikap anak dengan tokoh dalam dongeng yang kita sampaikan. Dan akan lebih baik lagi jika cerita dongeng yang kita sampaikan ke anak adalah dongeng yang diangkat dari pengalaman sehari-hari anak. Sehingga sebagai orangtua kita juga mesti kreatif membuat rangkaian cerita untuk menyesuaikan alur cerita dengan suasana hati anak. Karena diharapkan dari mendongeng ini anak dapat tergugah hatinya untuk menyadari hal baik yang seharusnya ia lakukan. Sehingga ia akan menjadi anak yang memiliki rasa peduli sosial yang tinggi.

Nah, berhubung kakak Aqila masih dalam masa perkenalan dengan teman barunya di sekolah dan beberapa kejadian yang saya amati tentang dirinya, maka saya ingin sekali menyampaikan kepadanya tentang rasa menyangi antar teman dan peduli satu sama lain. Akhirnya saya terinspirasi untuk mendongeng untuknya tentang seekor gagak yang sombong. Berikut kisahnya,

Suatu kali, gagak mencuri sepotong daging panggang. Gagak membawa daging itu dengan paruhnya, lalu terbang ke sebuah dahan pohon.

Secara kebetulan, rubah lewat di bawah pohon itu. Hidungnya mengendus aroma daging yang lezat. la mendongak dan menemukan gagak dengan sepotong daging di paruhnya.

Rubah ingin merebut daging itu dari gagak.Tapi, ia tidak bisa naik ke atas pohon. Lagipula, kalaupun bisa memanjat pohon, gagak pasti akan segera terbang menghindar. Rubah pun mencari akal.

"Gagak adalah burung yang sombong. Aku akan pura-pura memujinya agar ia melepaskan daging itu," pikir rubah.

"Selamat siang, burung yang cantik!" sapa rubah ramah.

Tapi, gagak tidak menjawab. la hanya berjalan hilir mudik di dahan dengan sombong.

"Andai saja aku mempunyai bentuk tubuh yang indah seperti engkau," puji rubah.

Gagak tetap diam. la hanya menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.

"Betapa indahnya lehermu dan matamu begitu cemerlang," kata rubah lagi.

"Burung lain pasti iri padamu," puji rubah lagi. Gagak masih diam. la hanya mengangkat sayapnya dan melirik rubah.

Karena puji-pujiannya tidak berhasil, rubah mengganti siasat. "Andai saja suaramu sebagus bulumu, kau pasti akan jadi ratu bangsa burung. Tapi sayang sekali kau bisu," kali ini rubah mengejek gagak.

Gagak marah mendengar ejekan rubah. la mengeluarkan suara keras, "Kaak."

Saat Gagak mengeluarkan suara itu, paruhnya terbuka dan daging di paruhnya jatuh ke tanah, Rubah langsung menggigit daging itu dan berlari menjauh.

Pesan Moral dari Dongeng Fabel Gagak Yang Sombong adalah jangan sombong dan suka membangga-banggakan diri. Jangan pula mudah tersanjung oleh pujian orang lain. Kamu harus selalu rendah hati. Jika ada yang memujimu, ucapkanlah syukur.

#GrabYourImagination
#KuliahBunsayIIP
#Level10
#MembangunKarakterAnakMelaluiDongeng
#Tantangan10Hari

MENDONGENG KREATIF 7
"Kuda Dan Rubah"


Kemahiran berbahasa anak mencakup beberapa komponen penting yakni
menyimak, berbicara, menulis, dan membaca. Dalam kaitannya dengan
mendongeng, mendongeng dipandang memiliki potensi untuk digunakan bagi
pengembangan kemahiran menyimak dan berbicara siswa. Melalui mendongeng,
anak akan dilatih berkonsentrasi selama menyimak dan lebih lanjut akan dirangsang untuk berbicara mengemukakan berbagai hal yang berhasil anak simak. Berkaitan dengan kondisi ini, kegiatan mendongeng dapat dipilih orangtua agar anak memiliki daya konsentrasi, daya paham, dan daya kreatif
berbicara. Dalam kaitannya dengan kemampuan pramembaca, mendongeng juga dapat digunakan untuk merangsang anak mengenal buku-buku dongeng
bergambar. Dalam hal ini mendongeng dapat dijadikan sebagai sumber utama
dalam menumbuhkan minat prabaca anak dan lebih lanjut dapat dijadikan sarana
membina kemampuan prabaca dan pra menulis bagi anak usia dini.

Kegiatan mendongeng sangat saya rasakan manfaatnya dalam hal berbahasa kakak Aqila yang masih dalam fase prabaca dan pramenulis. Melalui dongeng, ia belajar berkonsentrasi dengan menyimak. Ia juga dapat menyimpulkan pesan moral dalam sebuah cerita sebagai indikasi ia telah memiliki daya paham. Sehingga kegiatan mendongeng selalu menjadi bagian dari harinya. Nah, hari ini saya mendongengkan sebuah cerita tentang kuda dan rubah. Bagaimana ceritanya? Dan apa pesan moral yang terdapat di dalamnya? Mari simak kisahnya berikut ini.

Seorang petani memiliki seekor kuda yang sudah tua. Pada waktu mudanya, kuda itu banyak membantu petani. Tapi, kini ia hanya membebani petani.

"Pergilah dan jangan kembali sebelum kau lebih kuat dari singa," usir petani.

Kuda pergi dengan sedih. Di sebuah hutan, ia bertemu seekor rubah.

"Kau nampak sedih sekali?" tanya rubah.

"Aku diusir tuanku. Padahal sewaktu muda, aku bekerja keras untuknya. Dia hanya mau menerimaku jika aku lebih kuat dari singa," keluh kuda.

"Jangan gundah, Kuda. Aku akan menolongmu. Kau berbaringlah di sini dan berpura-pura mati," kata rubah yang merasa kasihan kepada kuda.

Kuda menuruti perkataan rubah. Lalu, rubah pergi menemui singa. "Singa, ada kuda yang mati di sana. Pasti dagingnya enak," kata rubah.

Air liur singa menetes mendengarnya. la segera pergi ke tempat kuda mati yang diceritakan rubah. Setibanya di sana, rubah berkata, "Di sini tidak nyaman untuk memakan kuda ini. Sebaiknya engkau bawa ke sarangmu, Singa," kata rubah.

"Tapi, aku tidak bisa membawanya. Kuda ini besar," kata singa.

"Aku akan menolongmu," kata rubah.

"Berbaringlah! Aku akan mengikatkan ekor kuda ke badanmu dan engkau bisa membawanya ke sarangmu," kata rubah kembali.

Singa menyetujui usul rubah. la berbaring. Tapi, rubah ternyata mengikatkan ekor kuda ke empat kaki singa sehingga singa tidak bisa bergerak.

"Bangunlah, Kuda. Bawalah singa ini ke rumah tuanmu," kata rubah. Kuda berdiri dan menggeret singa ke rumah tuannya. Singa hanya bisa meraung-raung marah.

Saat tiba di rumah petani, kuda berkata, "Ini singa itu, Tuan. Aku bisa mengalahkan singa. Berarti aku Iebih kuat dari singa."

Melihat itu, Petani merasa kasihan pada kuda. Kuda akhirnya kembali ke rumah petani. la hidup bahagia selamanya.

Pesan Moral dari Cerita Tentang Persahabatan Rubah dan Kuda   adalah bantulah teman yang sedang dalam kesusahan. Pakailah akalmu untuk menolong teman.


#GrabYourImagination
#KuliahBunsayIIP
#Level10
#MembangunKarakterAnakMelaluiDongeng
#Tantangan10Hari

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

ANDROID SOURCE CODES MURAH

ADVERTISEMENT

IKUTI KAMI

Total Pageviews

Popular Posts

ADVERTISEMENT

Aqila Nyanyi - Naik Delman

IKUTI FANSPAGE KAMI

Unordered List

Text Widget